Minggu, 22 September 2019

Massa PDIP Surabaya Turun ke Jalan, Dukung Megawati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya:Massa PDI Perjuangan Surabaya mulai turun ke jalan, menyuarakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Jumat (10/1) siang. Mereka adalah warga kampung yang menamakan diri Kaukus Rakyat Pendukung Megawati. Bergerak dari Taman Bungkul di Jalan Raya Darmo, massa PDIP menyusuri kawasan protokol. "Kami menuju DPRD Surabaya," ujar Satgas PDIP yang mengawal aksi itu. Ini merupakan aksi massa PDIP pertama kali di Jawa Timur, menandingi serangkaian unjuk rasa selama sepekan ini yang gencar menyuarakan kecaman terhadap pemerintahan Megawati terkait kenaikan BBM, listrik dan telepon. Kekuatan massa PDIP mencapai ratusan orang. Jumlah mereka terlihat lebih besar dibanding serangkaian unjuk rasa anti-Megawati yang biasanya berkisar puluhan orang. Mereka berjalan membuat pagar betis dari tali rafia. Hanya sedikit yang memakai pakaian atau kaos PDIP. Sebagian besar lebih tampak sebagai warga kampung dengan mengenakan pakaian biasa. Meski terkesan berpenampilan seadanya, namun dalam pernyataan sikap, mereka memberikan dukungan penuh pada kebijakan pemerintahan Megawati yang menaikkan tarif listrik, telepon dan BBM. Begitu pula dukungan terhadap privatisasi BUMN. Mereka menilai kebijakan pemerintah sudah konstitusional. Dalam perjalanan aksi, mereka mengusung puluhan bendera PDIP. Sembari itu membeber puluhan poster, diantaranya berbunyi Tangkap Koruptor Kembalikan Uang Rakyat, Awas Rejim Orde Baru Bangkit, DPR Jangan Mencla-Mencle, Pengusaha dan Soeharto yang Berhutang, Megawati dan Rakyat yang Membayar. "Hidup Mega, hidup Megaawas antek Orde Baru!" teriak mereka sepanjang jalan. Tiga poin pernyataan sikap disampaikan massa PDIP Surabaya. Pertama, menyerukan pada rakyat untuk tidak terpancing provokasi kelompok sisa-sisa rezim Orde Baru, yang mencoba menanamkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah Megawati-Hamzah. Kedua, untuk memulihkan ekonomi, hendaknya rakyat percaya pemerintahan Megawati-Hamzah. Ketiga, mengajak seluruh rakyat melawan kemiskinan. Sejauh ini belum konfirmasi dari DPC PDIP Surabaya perihal aksi tersebut. Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono, yang juga tokoh muda partai tersebut, belum bisa dikontak. Namun, tempo hari politisi PDIP di DPRD Jawa Timur, L. Soepomo, menegaskan massa PDIP tidak akan turun ke jalan untuk membuat aksi tandingan. "Tidaktidak. Untuk apa?" ujar dia menjawab Tempo News Room. Ternyata setelah keadaan memanas, massa PDIP turun jalan juga untuk membela ketua umumnya. (Adi Sutarwijono-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe