Tak Ada Jaringan Terorisme Internasional di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekreataris Interpol Indonesia Brigjen Polisi Dadang Garnida memastikan bahwa jaringan terorisme internasional tidak masuk ke Indonesia. Demikian pula dengan kerusuhan Poso lalu tidak ada indikasi keterlibatan jaringan teroris internasional. “Kami bicara berdasarkan fakta,” ujar Dadang kepada Tempo News Room di ruang kerjanya, Kamis (10/1). Seperti diketahui Kepala Badan Intelijen Nasional Jenderal TNI Hendropriyono pernah menyatakan adanya keterlibatan jaringan teroris internasional di Poso. Namun kemudian ia meralat pernyataan itu. Terakhir, Wakil Menteri pertahanan AS Paul Wolfowitz, dalam wawancaranya dengan The New York Times edisi terbaru juga menyebutkan hal yang sama. Menanggapi hal itu, Dadang mengatakan, kelompok teroris memang pernah ada dan tertangkap di Indonesia, antara lain Iqbal dan Hambali. Iqbal sudah dipulangkan ke negaranya, Malaysia, sedangkan Hambali belum ditemukan. Namun Dadang masih ragu apakah kelompok tersebut termasuk dalam jaringan terorisme internasional. Ia mengaku belum bisa mengungkapkannya karena belum ada fakta yang menunjuk ke arah sana. “Fakta mengatakan mereka hanya terlibat di situ,” kata Dadang tanpa merinci lebih lanjut. Meski demikian, Interpol Indonesia tetap melakukan koordinasi dengan negara tetangga seperti Singapura, Filipina dan Malaysia. Berkaitan dengan banyaknya senjata api ilegal yang masuk ke Indonesia, Dadang menjelaskan, penyelundupan senjata api memang tidak bisa dihindari. Ia mencontohkan, kasus terakhir yaitu ditemukannya paket yang berisi dua pucuk senjata api di Makasar beberapa waktu lalu. Menurut Dadang, yang menjadi masalah adalah kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan . Sehingga, banyak celah yang bisa dimasuki oleh para penyelundup. Ia mengakui dari segi bisnis itu memang sangat menguntungkan. Namun kelompok mana yang menerima kiriman senjata api tersebut dan untuk kebutuhan apa, hingga saat ini belum terungkap secara gambalang. “Apakah mereka dikoordinir oleh suatu jaringan yang besar, ini masih terus diselidiki,” kata dia. (Retno Sulistiyowati)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?