Menhan Ryamizard Jamin Eksekusi Mati Aman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan wartawan saat Musyawarah Nasional II Korps Nasional Menwa Indonesia di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat 14 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan wartawan saat Musyawarah Nasional II Korps Nasional Menwa Indonesia di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat 14 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjamin keamanan di seluruh wilayah Indonesia menjelang eksekusi mati duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Dia telah mengantisipasi jika suatu saat ada ancaman dari militer Australia.

    Sampai saat ini, kata Ryamizard, pihaknya belum mendapat kabar bahwa militer Australia akan melakukan pemantauan di sekitar wilayah perairan Indonesia. "Tidak ada. Soal ini saja mosok pakai perang," kata Ryamizard di Istana Negara, Kamis, 5 Februari 2015. "Malu-maluin saja."

    Dua terpidana mati kasus narkoba dari jaringan Bali Nine, Chan dan Sukumaran, kini berada di Nusakambangan untuk menunggu waktu eksekusi. Mereka dan sejumlah terpidana mati lain--asal Prancis, Ghana, Brasil, Nigeria, Filipina, dan Indonesia--akan menjalani eksekusi mati gelombang kedua yang dilaksanakan di bawah pemerintahan Jokowi.

    Gelombang pertama telah dilakukan pada Januari lalu di Pulau Nusakambangan dan Kabupaten Boyolali.

    Pengamanan Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, ditingkatkan sejak kedatangan dua terpidana mati asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang dipindahkan dari Bali ke Pulau Nusakambangan. Ratusan personil TNI dan kepolisian disiagakan.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.