Senin, 16 Juli 2018

Inilah Logo Baru Yogyakarta: Jogja Istimewa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Sultan Hamengkubuwono X (tengah), berikan sambutan atas logo baru Jogja istimewa di kompleks kantor Gubernur DI. Yogyakarta, 5 Februari 2015. Logo baru Jogja, digagas oleh tim 11 yang berisi relawan, akademisi dan budayawan. TEMPO/Suryo Wibowo

    Sri Sultan Hamengkubuwono X (tengah), berikan sambutan atas logo baru Jogja istimewa di kompleks kantor Gubernur DI. Yogyakarta, 5 Februari 2015. Logo baru Jogja, digagas oleh tim 11 yang berisi relawan, akademisi dan budayawan. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.COYogyakarta - Tagline baru untuk rebranding Yogyakarta akhirnya diumumkan berupa kata “istimewa” sebagai pengganti tagline lama “Never Ending Asia”. Sedangkan logo barunya berupa tulisan “jogja” dengan huruf kecil semua. Tampilan logo dan tagline menggunakan warna merah bata dengan latar belakang putih. 

    Pengumuman disampaikan Tim 11 yang selama ini menjembatani masyarakat dengan pemerintah DIY untuk memberikan usulan logo dan tagline baru. “Kedua warna itu menunjukkan kesan egaliter,” kata anggota Tim 11, Marzuki “Kill The DJ”, dalam pemaparan di hadapan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, sejumlah bupati, dan beberapa pejabat pemerintah DIY di gedung Pracimosono, Yogyakarta, Kamis, 5 Februari 2015.

    Warna merah bata, menurut Marzuki, mewakili warna khas Keraton Yogyakarta. Warna itu merupakan simbol keistimewaan Yogyakarta yang dalam bahasa Jawa diartikan sama dengan gumregah. “Itu simbol gerakan rakyat. Jogja gumregah itu sama istimewanya. Cari kosakata Indonesia-nya enggak mudah,” kata Ketua Tim 11 Herry Zudianto.

    Branding baru itu akan diluncurkan pada 7 Maret mendatang. Pilihan 7 Maret, menurut Herry, adalah usulan Sultan. Sebelumnya, peluncuran direncanakan dilakukan pada 1 Maret atau 8 Maret. “Tanggal 7 Maret mendatang peringatan jumenengan Sultan,” kata Herry.

    Sultan, yang turut menentukan branding baru “Jogja Istimewa”, mengatakan branding baru itu dipilih karena kalimat yang dipakai sederhana. Tak banyak lekukan pada logonya, dan kesederhanaan itu mewakili karakter masyarakat Yogyakarta. “Enggak hanya istimewa orangnya, tapi juga daerahnya dan birokratnya,” kata Sultan.

    Pengumuman branding baru itu, menurut anggota Tim 11 M. Arief Budiman, juga sekaligus untuk mengetahui pendapat publik. Yaitu apakah branding tersebut diterima publik atau tidak. “Kalau mau tahu cara melihat logo itu bagus atau tidak, taruh saja di kaus. Nanti harganya mahal dan laku tidak,” kata Arief, pengelola perusahaan desain Petak Umpet. 

    Sebelumnya, ahli pemasaran Hermawan Kertajaya sudah menyiapkan logo baru Yogyakarta dengan branding “New Jogja”. Menurut Hermawan, branding itu bisa menerjemahkan Sabda Tama Sultan dan kelahiran kembali Yogyakarta. Hermawan juga yang menciptakan branding Yogyakarta sebelumnya: “Jogja Never Ending Asia”. Namun logo baru itu ditolak sejumlah kalangan lewat gerakan “Jogja Darurat Logo”. 

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Pertandingan Final Piala Dunia 2018 Prancis dan Krosia

    Setelah 62 pertandingan dan 161 gol, tiba saatnya perebutan tempat ketiga dan pertandingan Final Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Prancis.