Budi Gunawan Emoh Mundur sebagai Calon Kapolri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (tengah) berbincang dengan anggota dewan ketika menghadiri paripurna penetapan Calon Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Januari 2015.  ANTARA/Wahyu Putro A

    Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (tengah) berbincang dengan anggota dewan ketika menghadiri paripurna penetapan Calon Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Januari 2015. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.COJakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti mengatakan calon Kepala Polri Budi Gunawan belum akan mengundurkan diri menyusul munculnya imbauan Menteri Sekretaris Negara Pratikno agar dia segera mundur dari pencalonan. 

    "Kemarin, kan, Pak Mensesneg (Pratikno) sudah mengimbau (Budi Gunawan) agar mengundurkan diri. Tapi, setelah kami komunikasikan, Pak Budi Gunawan masih akan menunggu proses praperadilannya," kata Badrodin di Kantor Presiden, Rabu, 4 Februari 2015. 

    Badrodin mengatakan, setelah proses praperadilan selesai, Budi Gunawan berharap sudah bisa menentukan sikap apakah akan mundur atau tidak dari pencalonan sebagai Kapolri. "Mudah-mudahan setelah proses praperadilan selesai beliau sudah bisa menentukan sikapnya untuk mundur atau tidak," katanya.

    Menurut Badrodin, jika dilakukan secara maraton, sidang praperadilan bisa selesai dalam waktu sepekan. "Insya Allah, praperadilan kalau sidang maraton bisa selesai dalam waktu satu minggu," katanya.

    Kemarin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan konflik seputar pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri akan mendapat solusi yang terbaik jika Budi mengundurkan diri. "Akan lebih indah jika Budi Gunawan mundur dari pencalonan," katanya. Pratikno mengatakan Presiden Joko Widodo kini masih mengkaji aspek hukum dan politik sebelum memutuskan nasib Budi Gunawan.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.