Awas, Jejak Hakim Kasus Budi Gunawan Mencurigakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga Indonesia di Bangkok-Thailand mmenggelar aksi  bersama untuk mendukung pemberantasan korupsi dan penyelamatan Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia di Benjasiri Park yang terletak di pusat kota Bangkok, Thailand, 28 Januari 2015. Foto/Decita

    Puluhan warga Indonesia di Bangkok-Thailand mmenggelar aksi bersama untuk mendukung pemberantasan korupsi dan penyelamatan Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia di Benjasiri Park yang terletak di pusat kota Bangkok, Thailand, 28 Januari 2015. Foto/Decita

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki menyatakan bakal memantau sidang praperadilan yang diajukan calon Kapolri  Komisaris Jenderal  Budi Gunawan. Sidang dilaksanakan pada Senin, 2 Februari  di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. "Kami akan hadir di sana untuk memantu proses persidangan," kata dia saat dihubungi, Jumat, 30 Januari 2015.

    Suparman mengatakan Komisi Yudisial tak bisa menentukan nama hakim yang memimpin sidang. Namun, dengan hadirnya KY, diharapkan hakim bisa menjunjung tinggi integritas. "Kita semua tahu, sesuai dengan Pasal 77 Kitab Undang-undang Hukum  Acara Pidana, penetapan tersangka bukan objek praperadilan," kata dia. (Baca:  Kata Bambang KPK Soal Praperadilan Budi Gunawan)

    Budi Gunawan menggugat penetapan tersangka kasus  suap dan gratifikasi  atas dirinya yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sidang ini menjadi penting karena bisa menentukan  nasib Budi sebagai calon Kapolri yang sudah diloloskan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, tapi ditunda pelantikannya oleh Presiden Joko Widodo.

    "Agenda sidang pertama membacakan permohonan," kata anggota tim kuasa hukum Budi Gunawan, Eggi Sudjana beberapa waktu lalu. Ia mengatakan gugatannya cukup kuat."Urutan hukum atau standard operation procedure di KPK  tak jelas. Kalau begitu, semua orang bisa seenaknya dijadikan tersangka," kata Eggi.   (Baca: Budi Gunawan Siapkan 20 Poin Praperadilan)

    Hakim  tunggal yang bakal memimpin sidang praperadilan Budi Gunawan adalah Sarpin Rizaldi. Ia pernah delapan kali dilaporkan ke KY. Laporan yang diajukan menyangkut putusan, proses persidangan dan suap. "Namun tidak semuanya terbukti. Isu suap itu masih kami tangani," kata Suparman.

    Sarpin Rizaldi   pernah beberapa kali dilaporkan ke Komisi Yudisial sewaktu menjadi hakim di PN Medan dengan tuduhan menerima suap. Sarpin  juga pernah diperiksa Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terkait penanganan perkara narkotika dan  kasus pembebasan lahan proyek tol Jakarta Outer Ring Road.

    Suparman mengatakan , KY bakal memantau ketat persidangan praperadilan kasus  Budi Gunawan. "Tidak hanya kasus ini saja, proses pengadilan dan hakim-hakimnya juga bakal dipantau terus," kata dia.

    INDRI MAULIDAR | TIM TEMPO

    Berita Lain:

    Akademikus Yogya Minta Jokowi Tidak Lantik BG

    MA Gugatan Praperadilan Budi Gunawan Sulit

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.