Calon Kapolri Baru, Ini Sinyal Jokowi ke Kompolnas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (keempat kiri), berbicara dengan kelompok tani saat kunjungan kerja di Desa Keras Wetan, Ngawi, Jatim, 31 Januari 2015. Jokowi serahkan bantuan 852 unit traktor dan 337 unit mesin pompa air pada petani, serta meninjau dam di Desa Legundi. ANTARA/Siswowidodo

    Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (keempat kiri), berbicara dengan kelompok tani saat kunjungan kerja di Desa Keras Wetan, Ngawi, Jatim, 31 Januari 2015. Jokowi serahkan bantuan 852 unit traktor dan 337 unit mesin pompa air pada petani, serta meninjau dam di Desa Legundi. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Adrianus Meliala, mengatakan Presiden Joko Widodo menginginkan lembaganya merekomendasikan nama baru untuk calon Kepala Kepolisian RI. 

    Pernyataan Jokowi itu, kata Adrianus, disampaikan saat bertemu dengan Komisi Kepolisian di Istana Negara, Kamis, lalu. Secara tak resmi, Presiden menginginkan kami mencari nama calon Kapolri lain, tapi masih belum secara formal,” kata Adrianus, 31 Januari 2015. 

    Presiden, kata Adrianus, beralasan status Budi Gunawan sebagai tersangka suap dan gratifikasi tak memungkinkan dia dilantik. Apalagi, masyarakat pun mendesak Jokowi tak melantik dan mencabut pencalonan Budi. Tapi Jokowi menunggu putusan sidang praperadilan yang diajukan Budi. “Kami dan Presiden tak mau asal mengganti nama calon Kapolri jika pengadilan belum memutuskan," ujarnya.

    Menurut Adrianus, Komisi Kepolisian belum mencari nama baru pengganti Budi Gunawan. Kalaupun Jokowi menginstruksikan pencarian nama lain, Komisi Kepolisian kemungkinan besar bakal merekomendasikan nama selain yang pernah diberikan kepada Presiden. Tujuannya, mencegah pemilihan Kapolri diwarnai kepentingan politik. (Baca: Partai Koalisi Dukung Jokowi Tunjuk Kapolri Baru)

    Sebelumnya, Komisi Kepolisian mengajukan sembilan komisaris jenderal untuk menggantikan Jenderal Sutarman. Lima di antaranya pensiun tahun ini. Empat nama lainnya adalah Budi Gunawan, Suhardi Alius yang baru saja dimutasi menjadi Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional, Inspektur Pengawasan Umum Dwi Priyatno, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Putut Bayu Seno. 

    Kepala Badan Reserse Kriminal yang menggantikan Suhardi Alius, Inspektur Jenderal Budi Waseso, membantah namanya masuk sebagai calon Kepala Kepolisian. Dia juga membantah memiliki kedekatan dengan Budi Gunawan. “Yang jelas, sekarang saya menjalankan tugas dengan sebaik-sebaiknya sebagai Kepala Bareskrim," ujarnya. 

    Adapun Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang juga Ketua Komisi Kepolisian Nasional, Tedjo Edhy Purdijatno, malah membantah Presiden sudah membicarakan soal pengganti Budi. Komisi Kepolisian pun belum memikirkan rekomendasi calon Kapolri. "Belum ada," katanya melalui pesan singkat. 

    REZA ADITYA | MITRA TARIGAN

    VIDEO TERKAIT:

    Berita Lain:

    KPK vs Polri: 3 Momen Kedekatan Jokowi dan Mega

    Cerita Ahok: Jokowi Bukan Takut Bu Mega Tapi...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.