Simulasi Teror di Bandara Sepinggan Dikeluhkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa pasukan TNI Angkatan Darat dari Yonif 900/Rider Anti Teror Kodam IX/Udayana mengevakuasi sandera usai melumpuhkan kawanan teroris di dalam bus saat simulasi penanggulangan aksi terorisme di Gedung Keuangan Negara, Denpasar, Bali, Selasa 30 September 2014. Simulasi yang  melibatkan 50 pasukan bersenjata lengkap itu merupakan bagian dari latihan rutin guna meningkatkan taktik dan teknik para prajurit dalam melumpuhkan aksi terorisme. TEMPO/Johannes P. Christo

    Beberapa pasukan TNI Angkatan Darat dari Yonif 900/Rider Anti Teror Kodam IX/Udayana mengevakuasi sandera usai melumpuhkan kawanan teroris di dalam bus saat simulasi penanggulangan aksi terorisme di Gedung Keuangan Negara, Denpasar, Bali, Selasa 30 September 2014. Simulasi yang melibatkan 50 pasukan bersenjata lengkap itu merupakan bagian dari latihan rutin guna meningkatkan taktik dan teknik para prajurit dalam melumpuhkan aksi terorisme. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Balikpapan - Bandar Udara Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, menggelar simulasi penanganan aksi teror di terminal keberangkatan, Kamis, 29 Januari 2015. Simulasi tersebut mengganggu aktivitas calon penumpang di terminal keberangkatan domestik Bandara Sepinggan.

    “Jalannya ditutup petugas keamanan bandara, kami terpaksa menunggu,” kata Arfi, calon penumpang tujuan Jakarta, Kamis.

    Simulasi penanggulangan teror ini memang cukup mengejutkan sejumlah penumpang pesawat di Bandara Sepinggan. Arfi menjadi salah satu penumpang yang terkejut kala ada personel polisi berpakaian sipil bersenjata lengkap baku tembak dengan tiga teroris yang menyandera wanita.

    Selanjutnya, petugas menutup seluruh area masuk ke pesawat dari seluruh aktivitas lalu-lalang penumpang. Hanya petugas mengenakan kartu tanda pengenal yang diperkenankan melintasi area penghubung cek ini dengan gerbang keberangkatan pesawat. “Terpaksa harus memutar untuk masuk di area gerbang keberangkatan,” ungkapnya.

    Direktur Operasional PT Angkasa Pura I AVM Yushan S. menyatakan simulasi sudah dipilihkan waktu agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan Bandara Sepinggan. Pihaknya sengaja melaksanakan simulasi kecelakaan dan aksi teror pada pukul 07.00 hingga 12.00 Wita agar tidak menganggu kenyamanan penumpang. “Saya pastikan tidak ada penundaan penerbangan di Bandara Sepinggan,” paparnya.

    Namun demikian, Yushan mengakui adanya penumpang yang terganggu kala pelaksanaan simulasi penanggulangan aksi teror. Gangguan ini tidak secara penuh mempengaruhi kelancaran penerbangan penumpang Balikpapan. “Hanya terganggu sekitar 10 menit saja, tidak ada masalah,” ujarnya.

    Bandara Sepinggan menggelar simulasi penanggulangan bencana kecelakaan pesawat dan aksi teror. Simulasi ini melibatkan sekitar 650 personel terdiri unsur Angkasa Pura, TNI AU, Polisi, Badan SAR Nasional, dan medis.

    SG WIBISONO

    Berita lain:
    Terdampar di Chechnya, Wanita Ini Ditolak Jadi WNI
    Jika Lantik BG, Denny Indrayana: Jokowi Blunder
    100 Hari Jokowi, Ada Investasi Rp 924,3 Triliun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.