Kenapa Korban Air Asia Terbawa ke Sulawesi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ambulans yang mengangkut jenazah diduga teknisi pesawat Airasia QZ8501 tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Sulsel, 28 Januari 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ambulans yang mengangkut jenazah diduga teknisi pesawat Airasia QZ8501 tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Sulsel, 28 Januari 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COMakassar - Penemuan korban dan puing yang merupakan bagian dari pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Majene dan Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, sungguh mengejutkan. Sebab, lokasinya sangat jauh dari tempat jatuhnya pesawat, yakni di Laut Jawa. (Baca: Pencarian Distop, Air Asia Belum Minta Perpanjangan)

    Kepala Kantor Basarnas Makassar Roki Asikin mengatakan jarak antara lokasi jatuhnya Air Asia dan perairan Majene amat jauh. "Berkisar 950 km atau kurang lebih 550 nautical mile," ujar Roki, kemarin. 

    Apalagi perairan Majene mengarah ke utara dari lokasi jatuhnya pesawat. Menurut Roki, bila angin barat terus berembus, logikanya, korban dan puing pesawat terseret ke perairan Selayar, Sulawesi Selatan. (Baca: DNA di Seragam Sekolah Identifikasi Korban Air Asia)

    "Ini musim (angin) barat. Kalau korban terbawa, di ujung Kalimantan Selatan, kan, banyak pulau, kok bisa lepas dan naik ke arah utara. Itu berarti cuaca memang ekstrem. Kalau benar terus angin barat, tumpuannya, kan, ke (Pulau) Selayar," tuturnya.

    Sebelumnya, telah ditemukan dua mayat dan sejumlah barang yang diduga bagian dari Air Asia QZ8501 di perairan Majene. Tim identifikasi menyebut dua mayat tak utuh itu adalah Saiful Rakhmad, 38 tahun, dan Joe Jeng Fei, 48 tahun. Jasad Saiful ditemukan Rabu pagi, 28 Januari 2015. Sedangkan mayat Joe ditemukan sore harinya. 

    Adapun barang yang ditemukan antara lain kursi pesawat di perairan Mamuju Tengah, Selasa, 27 Januari 2015. Pada hari itu pula, ditemukan tas gantung warna cokelat di perairan Sendana, Majene. Di dalamnya terdapat kartu identitas atas nama Andri Wijaya Poo, 37 tahun. Keesokan harinya, diperoleh serpihan yang diduga bagian dari pesawat. (Baca: Tas Terduga Korban Air AsiaDitemukan di Perairan Sulawesi)

    TRI YARI KURNIAWAN




    Terpopuler:
    Sebelum Diserang, KPK Bongkar Kasus Raksasa Ini
    Kisah Wanita Indonesia yang Terdampar di Chechnya
    Budi Gunawan Didukung Mega? Ini Kata Wakapolri
    Ketua Tim 9: Sttt, Jokowi Tak Pilih Budi Gunawan
    KPK Vs Polri, Kisah Bambang Saat Dicokok Bareskrim
    Ahok, Hadis Nabi Muhammad, dan Ajaran Konfusius
    Jokowi Bisa Game Over? Begini Reaksi Kader PDIP
    Pengamat Forensik: Hasil Tes Christopher Janggal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.