Golkar Barter Lapindo dengan Budi Gunawan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Golkar versi Munas di Bali, Aburizal Bakrie, melambaikan tangan ke arah wartawan sebelum menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 13 Januari 2015. Aburizal menyatakan salah satu agenda pertemuan tersebut yaitu terkait upaya islah Partai Golkar. ANTARA/Andika Wahyu

    Ketum Partai Golkar versi Munas di Bali, Aburizal Bakrie, melambaikan tangan ke arah wartawan sebelum menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 13 Januari 2015. Aburizal menyatakan salah satu agenda pertemuan tersebut yaitu terkait upaya islah Partai Golkar. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.COJakarta - Partai Golkar diduga membarter persetujuannya atas pencalonan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Polri dengan pemberian dana talangan pemerintah untuk ganti rugi Lumpur Lapindo. 

    Pemerintah menganggarkan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat Lapindo di area terdampak di Sidoarjo, Jawa Timur, sebesar Rp 781,7 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2015.

    Baca Berita Terkait
    KPK-Polri, Samad: Apa yang Jamin Saya Selamat...?
    EKSKLUSIF: Gaya Jokowi Minta Bambang KPK Dilepas

    "Kami mendukung apa pun keputusan Presiden," kata Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang ditirukan seorang politikus partai beringin, seperti dimuat majalah Tempo edisi 26 Januari 2015(Baca: Konflik Golkar di Meja Hijau, Bantahan Kubu Agung)

    Dukungan itu disampaikan Ical saat Ketua Fraksi PDI Perjuangan Olly Dondokambey menemuinya di Menteng, Jakarta Pusat, akhir 2014. Dalam pertemuan itu, Olly memaparkan rencana Presiden Joko Widodo yang hendak mengajukan Budi sebagai pengganti Jenderal Sutarman. (Baca: 3 Aktor Kontroversial di Balik Kisruh KPK Vs Polri)

    Ical sendiri sudah dua kali bertamu ke Istana untuk bertemu dengan Jokowi dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan. Dalam kedua pertemuan itu, Ical mengklaim hanya memberikan masukan soal APBN Perubahan 2015.

    Juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, membantah adanya barter dukungan Golkar dengan dana talangan Lapindo. "Kalau keluarga Bakrie belum ada dana, itu benar," kata Lalu. (Baca: Jagoan Hukum ke Istana, Jokowi Bikin Tim Khusus?)

    Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo menyampaikan bahwa dalam pertemuan Ical dengan Olly ada juga permintaan soal penyelesaian kisruh dua kepemimpinan pada Partai Golkar. (Baca: Mudah Disetir, Jokowi Itu Presiden RI atau PDIP?)

    Ical meminta pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly, yang mengembalikan kepengurusan Golkar ke Musyawarah Nasional 2009, dapat dituangkan dalam keputusan formal. "Tapi ini bukan barter dukungan untuk pencalonan Budi Gunawan," kata Bambang. (Baca: Tak Tegas, Jokowi Dianggap Cuma Tukang Stempel)

    Golkar menjadi salah satu partai oposisi yang mendukung pencalonan Budi Gunawan di Komisi Hukum. Secara aklamasi, tanpa Partai Demokrat, semua anggota Komisi Hukum menyetujui Budi sebagai Kapolri dan mengabaikan penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    TIM TEMPO l FRANSISCO ROSARIANS

    Baca Berita Terpopuler
    KPK-Polri, Samad: Apa yang Jamin Saya Selamat...? 
    EKSKLUSIF: Gaya Jokowi Minta Bambang KPK Dilepas
    Ini Alasan Moeldoko Mengirim TNI Menjaga KPK 
    Jagoan Hukum ke Istana, Jokowi Bikin Tim Khusus
    Kegiatan Christopher dan Ali Sebelum Tabrakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.