Menteri Tedjo: Tak Percaya Polisi? Bubarkan Saja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, hukum dan keamanan, Tedjo Edhi menghadiri pemusnahan sabu Jaringan Internasional seberat 862kg di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 27 Januari 2015. Pemusnahan sabu tersebut didapat dari WNI dan WNA buronan 7 negara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Menteri Koordinator Bidang Politik, hukum dan keamanan, Tedjo Edhi menghadiri pemusnahan sabu Jaringan Internasional seberat 862kg di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 27 Januari 2015. Pemusnahan sabu tersebut didapat dari WNI dan WNA buronan 7 negara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI cukup jelas menyatakan Budi Gunawan tak terbukti memiliki rekening gendut. Ia menganggap Bareskrim sudah mengeluarkan hasil investigasi rekening Budi yang dianggap valid. (Baca pula: DPR Bakal Loloskan Budi Gunawan)

    "Kepolisian itu lembaga kredibel. Kalau kita tidak percaya polisi, bubarkan saja polisi. Kalau begitu caranya, rusaklah negara ini," kata Tedjo dalam wawancara khusus dengan majalah Tempo edisi pekan lalu di kantornya, Senin, 19 Januari 2015. (Baca: Budi Gunawan Dilantik Besok? Jokowi...)

    Menarik untuk Dibaca
    Prabowo Tahu Jokowi Diintervensi Soal KPK, tapi...
    Orang Goblok pun Tahu, Ini Serangan Balik Polisi
    KPK Vs Polri, Anas: Masak Malaikat Ditangkap?

    KPK menetapkan Budi sebagai tersangka kasus kepemilikan rekening gendut. KPK menengarai Budi memiliki transaksi puluhan miliar yang tak sesuai dengan profil profesi Budi sebagai polisi. Penetapan tersangka itu hanya sehari sebelum Budi mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPR sebagai calon Kepala Polri. (Baca: Bambang Widjojanto Ditangkap karena Jokowi)

    Tedjo menganggap Komisi Kepolisian Nasional tak perlu mengecek hasil investigasi itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi ataupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. "Sebagai Ketua Kompolnas, saya tidak punya jalur ke PPATK dan KPK. Kalau saya menanyakan ke mereka, nanti Presiden bisa tersinggung," kata kader Partai NasDem ini.

    Nama Tedjo tengah ramai diperbincangkan karena kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial. Salah satunya menyebut pendukung KPK sebagai rakyat tak jelas. "KPK jangan membakar massa. Jangan mengeluarkan sikap yang kekanak-kanakan. Konstitusi yang akan dukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu," katanya, Sabtu lalu.

    Pernyataan Tedjo itu menuai kritik keras. Ketua lembaga swadaya masyarakat Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan melaporkan Tedjo ke Bareskrim Polri karena menganggapnya menghina rakyat Indonesia. (Baca: KPK Panggil Bos Penyidik Kasus Bambang Widjojanto)

    INDRI MAULIDAR

    Baca Berita Terpopuler:
    KPK-Polri, Samad: Apa yang Jamin Saya Selamat...? 
    Budi Gunawan Dilantik Besok? Jokowi... 
    Jagoan Hukum ke Istana, Jokowi Bikin Tim Khusus
    Ini Alasan Moeldoko Mengirim TNI Menjaga KPK
    Heboh KPK Vs Polri, Jokowi Diminta Carikan Pekerjaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.