Polisi Tangkap Anggota KPUD dan DPRD yang Berjudi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan barang bukti dan tersangka tindak pidana perjudian bola, di Polres Jakarta Utara, Kamis (28/6). TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukan barang bukti dan tersangka tindak pidana perjudian bola, di Polres Jakarta Utara, Kamis (28/6). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Kendari - Tim gabungan kepolisian Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menangkap seorang anggota DPRD Kabupaten Buton berinisial LH dan dua komisioner Komisi Pemilihan Umum Buton karena kedapatan tengah berjudi. Penangkapan itu dilakukan di rumah seorang warga di Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, pada Ahad, 25 Januari 2015, sekitar pukul 21.00 Wita.

    "Dalam operasi Cipta Kondisi semalam, kami menangkap enam orang. Namun satu orang, kami bebaskan karena tidak terbukti ikut serta," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kota Baubau Ajun Komisaris Sendi Antoni, Senin, 26 Januari 2015. (Baca juga: Berjudi di Balai Kota, 7 PNS Ditangkap)

    Menurut Sendi, saat ini, para pelaku masih diperiksa di Mapolres Kota Baubau. Dari lima pelaku, menurutnya, empat di antaranya pria. Polisi akan menjerat mereka dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

    Ketua KPU Sulawesi Tenggara Hidayatullah yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan dua anggota KPU Buton. Mereka adalah Sarmuddin dan Muhammad Wahyuddin Sattar. Menurut pria yang akrab disapa Dayat, informasi penangkapan anggota KPU Buton itu diterima hari ini. Dia menjelaskan dalam penangkapan itu, Ketua KPU Buton La Rusuli sempat ikut ditahan, namun ia dilepaskan karena tidak turut serta berjudi.

    "Saya terima informasi resmi dari sekretariat dan anggota KPU. Kami prihatin atas kondisi mereka, namun kami menghormati proses hukum," ujar Dayat.

    Disinggung atas tindakan mereka yang diduga melanggar kode etik, Dayat mengatakan KPU akan membentuk tim, serta mengutus komisioner KPU Sulawesi Tenggara yang akan mengkroscek ke Kepolisian Baubau. "Sudah pasti tindakan perjudian ada sanksi secara hukum. Kalau secara etik belum kami putuskan setelah tim mengkroscek semuanya."

    Terkait dengan penangkapan LH, Ketua DPW Partai Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae enggan memberikan komentar. Dia beralasan belum mengetahui kasus yang menjerat salah satu kadernya itu. "Nanti saya kontak ya, saya cari tahu dulu kebenaranya," kata Ridwan yang dikonfirmasi melalui telepon selular. (Baca juga: Berjudi dan Mesum, 15 Warga Aceh Dicambuk)

    ROSNIAWANTY FIKRI

    Berita Lain
    KPK-Polri, Samad: Apa yang Jamin Saya Selamat...?

    Ini Alasan Moeldoko Mengirim TNI Menjaga KPK

    Jagoan Hukum ke Istana, Jokowi Bikin Tim Khusus

    Jokowi Bikin Tim, Ada 7 Keanehan Kasus Bambang KPK
    Kegiatan Christopher dan Ali Sebelum Tabrakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?