Alasan Iwan Fals ke KPK dan Ogah ke Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Virgiawan Listanto atau Iwan Fals. ANTARA FOTO/Teresia May

    Virgiawan Listanto atau Iwan Fals. ANTARA FOTO/Teresia May

    TEMPO.COJakarta - Penyanyi Iwan Fals mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Ahad malam, 25 Januari 2015. Iwan mengaku datang untuk memberikan dukungan kepada KPK yang sedang dirudung masalah.

    Saat ditanya, apakah akan mendatangi Markas Besar Kepolisian RI untuk memberikan dukungan serupa, Iwan Fals menggeleng. “Kalau datang ke Mabes Polri, agak susah kali, ya. Ini (KPK) kan gampang, langsung masuk,” katanya. (Baca juga: Ke KPK, Iwan Fals: Saya Gelisah dengan Kondisi Ini)

    Tiba di KPK pukul 21.38 WIB, Iwan terlihat santai. Iwan mengenakan kaus berkerah, jaket, dan sendal jepit. Kedatangannya yang mendadak bukan hanya mengagetkan wartawan, tapi juga karyawan KPK. (Baca juga: ICW: Jokowi Kehilangan Keberanian dan Independensi)

    “Habisnya, dia datang tanpa mengabari, datang begitu saja,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya. (Baca juga: KPK Vs Polri, Tamparan Buat Jokowi)

    Pada Jumat lalu, Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Bambang dijadikan tersangka kasus kesaksian palsu dalam sidang sengketa hasil pemilihan kepala daerah yang bergulir di Mahkamah Konstitusi. Penahanan Bambang akhirnya ditangguhkan.

    Penangkapan Bambang terjadi setelah calon tunggal Kepala Polri, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Penangkapan Bambang mengundang reaksi keras dari warga Indonesia. Iwan pun memberi dukungan kepada KPK.

    MUHAMAD RIZKI

    VIDEO TERKAIT:

    Berita lain:
    Tedjo Bikin Ruwet, Surya Paloh Mesti Turun Tangan 
    'Jokowi, Jangan Pindahkan Istana ke Rumah Mega' 
    Ribut KPK Vs Polri, Jokowi Nostalgia Jadi Gubernur



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.