Kutipan 5 Tokoh yang Sudutkan KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Imam Sukamto

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus Budi Gunawan 'membangkitkan' lagi gerakan melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi. Berbagai pihak telah melontarkan pernyataan yang dianggap menyudutkan komisi anti-rasuah ini. Berikut daftar ucapan sejumlah tokoh yang disinyalir melemahkan KPK.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla

    Pernyataan ini disampaikan Kalla menanggapi banyaknya petinggi Golkar yang diusut KPK.

    “Kami mendukung pemberantasan korupsi, tapi jangan menimbulkan ketakutan yang besar dan membuat ekonomi ambruk,” kata Kalla saat membuka seminar internasional reformasi birokrasi di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta pada 5 Desember 2006. “Tindakan tegas KPK juga bisa mengakibatkan ketakutan.”

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

    Ketika mengunjungi kantor media di Jakarta pada 24 Juli 2009, tiba-tiba SBY menyentil KPK. SBY menilai kedudukan komisi menjadi seperti superbodi. Dalam pertemuan itu, SBY menyatakan, "terkait KPK, saya wanti-wanti benar power must not go uncheck. KPK ini sudahpowerholder yang luar biasa. Pertanggungjawabannya hanya kepada Allah. Hati-hati."

    Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdjiatno

    Penetapan calon Kapolri, Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi tersangka.

    Menteri Tedjo menilai KPK tak beretika karena menetapkan tersangka secara tiba-tiba saat Presiden Joko Widodo sudah mengajukan Budi sebagai calon tunggal. Selain Presiden, KPK juga tak punya etika terhadap Polri dengan mengambil alih kasus rekening gendut dari institusi ini tanpa adanya perkembangan. "Jangan ambil alih begitu saja, tetap ada etikanya," kata Tedjo, Selasa 20 Januari 2015.

    Selanjutnya: Politikus PKS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.