PDIP Diserang Balik: KPK Pernah Panggil Megawati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden Megawati Sukarnoputri, melambaikan tangan saat menghadiri pelantikan Presiden Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, 20 Oktober 2014. AP/Mark Baker

    Mantan Presiden Megawati Sukarnoputri, melambaikan tangan saat menghadiri pelantikan Presiden Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, 20 Oktober 2014. AP/Mark Baker

    TEMPO.CO, Jakarta -Tim Pembela Demokrasi Indonesia membela Komisi Pemberantasan Korupsi usai diserang  PDI  Perjuangan. "Ini bukti upaya PDIP melemahkan KPK," ujar Koordinator TPDI Petrus Salestinus, Kamis malam, 22 Januari 2015.

    Sebelumnya,  politikus PDIP  “menyerang”  KPK dengan membeberkan “pertemuan politis”  Ketua KPK Abraham Samad.  Pelaksana Tugas Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Abraham pernah beberapa kali mendekati Presiden Joko Widodo. "Abraham pernah melobi untuk menjadi calon wakil presiden," ujar Hasto, 22 Januari.  (Baca: Hasto Minta KPK Diselamatkan)

    Menurut  Petrus,  manuver itu  semakin menunjukkan kengototan PDIP mempertahankan pencalonan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri. Petrus  meragukan pernyataan  Hasto itu.   

    Ia malah membeberkan   pemanggilan Megawati oleh KPK. "Adapun KPK  pernah memanggil Megawati  dalam kasus cek perjalanan  untuk pemilihan Gubernur BI Miranda S. Goeltom," kata Petrus.

    Sesuai catatan  Tempo,   KPK  pernah memanggil Megawati  dalam kasus suap cek pelawat (traveler cheque) pada Februari  2011.   Permintaan  itu   semula datang dari Max Moein, politikus PDIP  yang menjadi tersangka kasus ini.  Saat itu, KPK sudah menahan 24 tersangka penerima cek pelawat yang merupakan anggota  DPR periode 1999 -2004. Dari jumlah itu, 13 diantaranya adalah politikus PDIP

    Menurut Max, cek pelawat Rp 500 juta yang dia terima dari bendahara Fraksi PDIP pada 2004 disebut-sebut sebagai uang partai. "Kami hanya pelaksana partai. Tanpa kejelasan status uang, ini ada simpang siur," ujar Max  saat itu. (Baca: Max Moein Minta KPK Panggil Mega )

    Pemanggailan itu  juga dibenarkan oleh KPK. "(Pemanggilan) itu berdasarkan permintaan kuasa hukum tersangka. Kami penuhi karena kami wajib perhatikan," ujar Wakil Ketua KPK Haryono Umar, 18 Februari 2011. (Baca: KPK Panggil Megawati Sebagai Saksi )

    Tapi,  Megawati tak memenuhi panggilan itu. Megawati hanya menunjuk Tim Hukum PDI Perjuangan ke KPK mempertanyakan urgensi pemanggilan tersebut. (Baca: Alasan Mega Emoh Datang ke KPK)

    Ketua KPK Abraham Samad, Agustus lalu,   juga pernah menyebut nama  Megawati dalam kasus lain, yakni Bantuan  Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).  Abraham Samad menegaskan institusi yang dipimpinnya tidak merasa takut apabila harus memeriksa Ketua Umum PDIP  Megawati Soekarnoputri.  (Baca: Kasus BLBI, KPK Tak Takut Panggil Megawati )

    "Jadi begini, posisi KPK itu menyamakan semua orang di depan hukum. Kami tidak peduli apakah itu Megawati, atau presiden, tidak ada urusan bagi KPK," kata Abraham,  27 Agustus 2014

     ANDI RUSLI I TIM TEMPO

    Berita Lain:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.