Tim DVI Korban Air Asia Dapat Kesulitan Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potongan grafis Tragedi AirAsia. (Grafis: Unay)

    Potongan grafis Tragedi AirAsia. (Grafis: Unay)

    TEMPO.COSurabaya - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur tidak berhasil mengidentifikasi satu pun jenazah korban Air Asia pada hari ini, Kamis, 22 Januari 2015. Itu artinya, enam jenazah yang sudah tiba dan masih tersimpan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur tidak berkurang. (Baca: Enam Jenazah Ditemukan Dekat Badan Pesawat Air Asia.)

    Prestasi nihil seperti ini juga terjadi sebelumnya, yakni pada 18 dan 19 Januari 2015. Saat itu tim DVI juga tidak berhasil mengidentifikasi satu pun jenazah yang ada yang sudah selesai pemeriksaan postmortem-nya. Pada hari ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, "Rapat rekonsiliasi tim DVI hingga pukul 15.00 hasilnya masih nihil, artinya masih belum ada yang berhasil teridentifikasi."

    Menurut Awi, meskipun data DNA sudah lengkap sebanyak 162, tim DVI menemukan kesulitan baru, yaitu tidak adanya kecocokan pada DNA pembanding dari pihak keluarga. Jadi, tim harus berusaha lagi mencari sampel-sampel lain yang lebih akurat. "Ini kesulitan baru yang dialami oleh tim," ujarnya.

    Selain itu, sebenarnya ada beberapa jenazah yang sudah mengerucut pada satu identitas korban Air Asia. Namun, karena tidak didukung oleh data-data lain, tim belum berani memutuskan identitasnya. "Kalau sudah tidak terbantahkan dan sudah akurat, baru kami rilis," tuturnya.

    Awi menambahkan, hingga hari ini, total ada 53 jenazah yang sudah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, 47 di antaranya sudah berhasil teridentifikasi dan sudah diserahterimakan antara pihak Air Asia dan pihak keluarga untuk disemayamkan. Sedangkan enam sisanya berlabel B028, B044, B049, B050, B051, dan B053 belum berhasil diidentifikasi oleh tim DVI. 

    MOHAMMAD SYARRAFAH



    Terpopuler
    Rara Beberkan Kronologi Kencan Putra Deddy Mizwar
    Deddy Mizwar Dinilai Tak Bisa Didik Anak 
    Dua Sebab AirAsia Meroket Tiba-tiba Sebelum Jatuh
    Beginilah Cara Mereka Mengeroyok KPK  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.