KPK Diserang, Abdullah Hehamahua: Jangan Khawatir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdullah Hehamahua. TEMPO/Seto Wardhana

    Abdullah Hehamahua. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi Abdullah Hehamahua mengatakan KPK tak perlu khawatir menghadapi serangan terkait dengan penetapan status tersangka terhadap calon tunggal Kapolri, Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

    Selain memperkarakan KPK ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN), para pimpinan KPK juga digugat melalui praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pengacara Budi Gunawan, Razman Nasution, sudah melaporkan pimpinan KPK ke Kejaksaan Agung dan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. (Baca: Pengacara Budi Gunawan: Orang KPK Bukan Malaikat.)

    Menurut Abdullah, meski baru kali ini KPK digugat ke PTUN, dia meyakni KPK akan selamat. "Memang baru kali ini KPK digugat ke PTUN. Tapi KPK bakal selamat,” katanya kepada Tempo saat dihubungi, Kamis, 22 Januari 2015. (Baca: KPK Jawab 'Serangan' Istana Soal Budi Gunawan.)

    Abdullah mengatakan sudah sering KPK mendapat perlawanan dari berbagai pihak. Namun, KPK bisa lolos. Pada 2010, dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, ditahan Kepolisian karena menyadap percakapan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji, dalam kaitan dengan kasus Bank Century. (Baca: Pengacara: Budi Gunawan Tidak Ambisi Jadi Kapolri.)

    Abdullah optimistis Biro Hukum KPK yang dikepalai Catherine Mulyana bakal menjadi ujung tombak menghadapi seluruh gugatan itu. (Baca: Budi Gunawan Vs KPK, Jokowi Diminta Turun Tangan.)

    Walaupun Divisi Pembinaan Hukum Markas Besar Kepolisian-yang mewakili Budi Gunawan, disokong banyak tim ahli, Abdullah merasa tenang. Dia meyakini bakal banyak ahli hukum yang akan mendukung KPK. "Tanpa diminta, para ahli hukum yang mendukung pemberantasan korupsi akan datang membela KPK. Maka pimpinan KPK harus bersikap terbuka. Tunjukkan bahwa KPK milik bersama," ujar Abdullah. (Baca: Budi Gunawan Jatuh Sakit.)

    MUHAMAD RIZKI

    Topik terhangat:
    Budi Gunawan | Eksekusi Mati | Harga BBM Turun | AirAsia

    Berita terpopuler lainnya:
    Langgar Tenggat Waktu, Jokowi Ancam Copot Menteri
    Membandingkan Bob Sadino dengan Mario Teguh
    Menteri Susi Adukan Jonan ke DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.