Surat Dewan Gereja Sedunia, Bima: Segera Dibalas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menunjukkan berkas yang dibawanya saat mendatangi kantor KPK Jakarta, 14 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menunjukkan berkas yang dibawanya saat mendatangi kantor KPK Jakarta, 14 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Bogor:Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan pihaknya sudah menerima dan membaca surat yang dikirimkan oleh Dewan Gereja Dunia yang berkantor pusat di Jenewa tertanggal 16 Januari 2015. Surat itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, Pendeta Dr. Olav Fykse Tveit. Surat ini merespon  ancaman pembongkaran rumah ibadah milik GKI di Perumahan Yasmin oleh Pemerintah Kota Bogor.

    "Kita akan menyampaikan surat balasan. Tidak ada rencana Pemkot menghancurkan bangunan rumah itu," kata Bima Arya saat dihubungi Tempo, Rabu,  21 Januari 2015. (Baca:GKI Yasmin Terancam Dibongkar Paksa)

    Dia mengatakan ada persepsi yang tidak pas dalam persoalan dan polemik yang terjadi antara GKI Yasmin dengan Pemerintah Kota Bogor terkait bangunan yang akan dijadikan sebagai gereja. Pemkot Bogor menyegel bangunan ini . "Kita akan jelaskan kronologis polemik kasus hukumnya," kata dia.

    Akan tetapi,  ungkap Bima,  sebagai Wali  Kota Bogor akan selalu siap untuk berkomunikasi dengan semua pihak untuk memastikan warga Kota Bogor yang menjadi anggota GKI Pengadilan bisa memiliki tempat ibadah baru. " Saya siap berkomunikasi dengan semua pihak untuk memastikan bahwa warga saya, jemaat GKI Pengadilan bisa memiliki tempat ibadah baru," kata Bima. (Baca:Satpol PP Bogor Larang Ibadah Natal GKI Yasmin)

    Karena, tambah Bima, memang sudah sangat dibutuhkan lokasi tersebut, seiring dengan perkembangan jumlah jemaat yang bertambah. "Yang pasti, sesegera mungkin surat balasan untuk Dewan Gereja Dunia ini akan kami kirimkan," kata dia.

    Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging dalam siaran perssnya mengatakan, jika Dewan Gereja Dunia melalui Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, Pendeta Dr. Olav Fykse Tveit, mengirimkan surat pada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terkait adanya ancaman pembongkaran bangunan milik GKI di Perumahan Yasmin. "Surat ini juga karena berlarut-larutnya diskriminasi yang dialami GKI Yasmin," kata Bona. (Baca:Bima Arya: Tidak Ada Jamaah GKI Yasmin)

    Bona mengatakan surat tersebut sudah diterima secara resmi oleh Wali Kota Bogor pada hari Senin 19 Januari 2015 lalu. Dalam isi suratnya,  Dewan Gereja Dunia memiliki keanggotaan di seluruh dunia termasuk 27 gereja di Indonesia. GKI termasuk di dalamnya.

    Bahkan Dewan Gereja Dunia pun sudah sempat berkunjung ke Indonesia pada Juni 2012, dan ikut beribadah bersama jemaat GKI Yasmin . Baru-baru ini, saya mendapatkan informasi bahwa gereja mereka sekali lagi mendapatkan ancaman untuk dihancurkan.

    Dalam pemahaman Dewan Gereja Dunia terhadap situasi ini, jemaat GKI Yasmin berhak sepenuhnya untuk berkumpul dan beribadah sebagaimana disampaikan dalam laporan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Baca: Bima Arya Segel Gereja, Ini Respons GKI Yasmin)

    Bahkan berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Indonesia juga mengakui hak komunitas ini dan putusan Mahkamah Agung 2010 yang menyatakan tidak sahnya pembekuan IMB gereja pada 2008 adalah bersifat mengikat secara hukum bagi Pemerintah Kodya Bogor.

    Lebih lanjut, Ombudsman Republik Indonesia, yang di dalam sistem hukum Indonesia memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi yang sifatnya mengikat, juga membuat keputusan yang mendukung gereja terkait dengan pencabutan IMB gereja pada 2011. (Baca: Negara Dinilai Ikut Langgar Hak Kebebasan Beragama)

    "Dalam suratnya Dewan Gereja Dunia memohon kepada Wali Kota, untuk menghormati dan melaksanakan keputusan Mahkamah Agung dan Ombudsman Republik Indonesia," kata Bona.

    M SIDIK PERMANA

    Baca juga:
    Bogor Hujan, Katulampa Siaga Empat

    Kasus Tabloid Obor Rakyat Siap Disidangkan

    Menteri Susi Adukan Jonan ke DPR

    Simpanse Hanya Berbicara Tentang Buah?




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.