Romo Benny: Ada Hukuman Lebih Menyakitkan dari Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Romo Benny Susetyo. TEMPO/Subekti

    Romo Benny Susetyo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Romo Benny Susetyo menyayangkan masih berlakunya hukuman mati di Indonesia. Padahal, menurut dia, hukuman mati tidak memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan, termasuk pelaku kejahatan narkoba.

    "Tidak terbukti adanya efek jera walau diberlakukan hukuman mati," kata Romo Benny di Gedung PGI Jakarta, Sabtu 17 Januari 2015. Dia menyarankan agar para pelaku kejahatan dihukum seumur hidup dengan mendiami sebuah pulau yang terisolasi. "Terasingkan dari masyarakat lebih menyakitkan." (Baca: Surat Terakhir Terpidana Mati Namaona Denis)

    Dengan berada di pulau terisolir dan tidak bisa dikunjungi oleh sanak saudara dan keluarga, hal itu bisa menjadi hukuman bagi pelaku. Selain itu, perlu kampanye masif dari aspek bahayanya berada di kawasan isolasi itu. "Agar masyarakat paham bahayanya menjadi pelaku kejahatan, khususnya bandar narkoba. Dengan perspektif itu, masyarakat jadi takut ke pulau itu," katanya. (Baca: Jadwal Eksekusi Narapidana Mati di Nusakambangan)

    Romo Benny berharap Badan Narkotika Nasional bisa lebih aktif memberantas penyebaran narkoba di masyarakat. Kalau perlu, kata dia, BNN bekerja sama dengan para pembuat film untuk membuat karya film yang memperlihatkan kengerian penggunaan narkoba. "Publik akan cepat ingat dengan adanya media film. Hal itu bisa menjadi salah satu kampanye masif untuk mengatasi masalah narkotik," kata dia. (Baca: Australia Galau Oleh Jokowi Soal Eksekusi Warganya)

    Pernyataan itu disampaikan Romo Benny menyusul eksekusi terhadap enam terpidana mati di Nusakambangan dan Boyolali, Jawa Tengah, pada Ahad dinihari, 18 Januari 2015. Mereka yang akan dieksekusi mati adalah warga negara Belanda bernama Ang Kiem Soei alias Tommy Wijaya, 62 tahun; Marco Archer Cordisa, 53 tahun, asal Brasil; Rani Andriani alias Melisa Aprilia (39), Indonesia; Namaona Denis (48), Malawi; Daniel Enemuo (38), Nigeria; dan Tran Tri Bich Hanh (37), Vietnam. (Baca juga: Eksekusi Terpidana Mati, 5 Regu Tembak Disiapkan)

    MITRA TARIGAN

    Topik terhangat:

    Calon Kapolri | Harga BBM Turun | AirAsia | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Ini Kronologi Penembakan Terduga Teroris di Kediri
    Budi Gunawan Tinggalkan Istana tanpa Senyum
    Harga BBM Turun Lagi, Soekarwo: Bikin Bingung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.