Budi Gunawan Tinggalkan Istana tanpa Senyum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (tengah) berbincang dengan anggota dewan ketika menghadiri paripurna penetapan Calon Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Januari 2015.  ANTARA/Wahyu Putro A

    Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (tengah) berbincang dengan anggota dewan ketika menghadiri paripurna penetapan Calon Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Januari 2015. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.COJakarta - Komisaris Jenderal Budi Gunawan hadir di Istana Merdeka saat pengumuman penundaan pelantikannya sebagai Kapolri. Selang beberapa menit Presiden Joko Widodo mengumumkan penundaan pelantikannya, Budi terlihat keluar dari Istana Merdeka. (Baca: Akhirnya, Jokowi Tunda Budi Gunawan Jadi Kapolri.)

    Bersamaan dengan bekas Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, Budi keluar dengan didampingi beberapa ajudan. Budi mengenakan seragam lengkap. Saat didekati wartawan, Budi langsung berjalan cepat, keluar dari kompleks Istana melalui pintu samping masjid di Istana. Ia menolak berkomentar.

    Ia tidak tersenyum, raut wajahnya datar, dan terus berjalan menuju mobil sedan Camry yang sudah menunggunya di depan pintu samping Istana Merdeka. (Baca: Jokowi Tunjuk Badrodin Agar Tak Ada Kekosongan.)

    Malam ini, Presiden Joko Widodo mengumumkan penundaan pelantikan Budi sebagai Kapolri. Presiden menegaskan bahwa pelantikan tidak dibatalkan, tapi hanya ditunda sambil menunggu proses hukum yang dijalani Budi berjalan. Presiden juga menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri.

    ANANDA TERESIA



    Baca berita lainnya:
    PDIP Ngotot Budi Gunawan Dilantik, Jokowi Repot
    Kabar Kabareskrim Dicopot, Menteri Tedjo Tak Tahu

    Bahas Budi Gunawan, KPK Bertemu Jokowi

    Evolusi Pembantu Menjadi Penulis dan Motivator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.