Mabes Polri Benarkan Kerahkan Pasukan ke KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Abraham Samad memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan tersangka kepada Komjen Pol Budi Gunawan, di gedung KPK, Jakarta, 13 Januari 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ketua KPK Abraham Samad memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan tersangka kepada Komjen Pol Budi Gunawan, di gedung KPK, Jakarta, 13 Januari 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI membenarkan adanya pengerahan puluhan anggota kepolisian ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu dinihari, 14 Januari 2015. "Anggota Polda Metro Jaya (yang datang ke KPK). Instruksinya dari Polda dan sudah koordinasi dengan KPK," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto kepada Tempo hari ini.

    Rikwanto menjelaskan, 30 anggota Sabhara dan 30 anggota Intelijen Keamanan Polda Metro disiagakan di sekitar gedung KPK. "Mereka berjaga sampai pukul 05.30 tadi di KPK," ujarnya. Penjagaan ini, Rikwanto melanjutkan, juga dilakukan di rumah Ketua KPK Abraham Samad dan calon Kepala Polri, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. (Baca: 4 Risiko Budi Gunawan Jika Ngotot Jadi Kapolri)

    Menurut Rikwanto, pengerahan anggota ke gedung KPK ini merupakan inisiatif Polda Metro Jaya. Pengerahan puluhan polisi tersebut bertujuan mengantisipasi tindakan yang mungkin terjadi setelah KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. "Takutnya ada reaksi dari masyarakat atau kelompok tertentu untuk berbuat tindakan apa saja yang mungkin terjadi. Jadi, antisipasi saja," katanya. (Baca: ICW Minta DPR Hentikan Uji Kelayakan Budi Gunawan)

    Namun demikian, petugas keamanan internal KPK menyatakan tidak tahu maksud kedatangan puluhan polisi itu. "Tidak ada koordinasi," kata seorang satpam KPK. Sumber yang sama menjelaskan bahwa para polisi itu kemudian pergi meninggalkan KPK tanpa memberi penjelasan apa pun. (Baca: Budi Gunawan Disebut Royal Bagi-bagi Rumah)

    Tidak berapa lama kemudian, datang rombongan polisi berpakaian sipil. Karena penasaran, satpam KPK menghampiri salah satu polisi itu. "Dia mengatakan dari Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya," kata satpam tersebut. (Baca juga: Reaksi Jokowi Setelah Budi Gunawan Jadi Tersangka)

    AFRILIA SURYANIS

    Topik Terhangat:
    AirAsia
     | Calon Kapolri | Charlie Hebdo | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Menteri Andrinof: Jepang Cuma Menggertak

    Lima Jenderal Ini Disebut Punya Rekening Gendut
    Beredar Foto Mesra, Abraham: Itu Gosip


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.