Tim Evakuasi Air Asia Diminta Waspadai Hujan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Investigator Airbus memriksa ekor pesawat AirAsia QZ8501 di Pelabuhan Utar Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 12 Januari 2015. REUTERS/Darren Whiteside

    Investigator Airbus memriksa ekor pesawat AirAsia QZ8501 di Pelabuhan Utar Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 12 Januari 2015. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Pangkalan Bun - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan Tim Evakuasi Air Asia untuk mewaspadai cuaca buruk di sekitar lokasi pencarian pesawat. Pagi ini, cuaca mulai berawan. Sedangkan di sebelah timur hingga selatan, sedang terjadi hujan. (Baca: Cari Air Asia, Basarnas Habis Solar 2,2 Juta Liter)

    Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Pangkalan Bun Lukman Soleh meminta tim evakuasi tetap waspada dan berhati-hati. "Karena hujan sangat potensial terjadi di beberapa wilayah sektor pencarian," kata Lukman di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu, 14 Januari 2015. (Baca: Teliti Black Box Air Asia, KNKT Dibantu Airbus)

    Menurut pantauan radar cuaca, tinggi gelombang laut hari ini di daerah fokus pencarian berkisar 1,25-2 meter. Ombak lebih tinggi pada pagi hari. Sedangkan tinggi ombak maksimal mencapai 2,5 meter dengan kecepatan arus 10-25 sentimeter per detik.

    "Secara umum, dari arah barat, kecepatan angin permukaan dilaporkan 7-15 knot. Beberapa area yang terdapat awan Cumulonimbus (Cb), khususnya sektor timur dan bagian selatan, memungkinkan terjadi angin kencang dan meningkatkan tinggi gelombang," Lukman menjelaskan.

    Hari ini, di wilayah pencarian sekitar laut Jawa, kondisi cuaca cukup bervariatif, relatif baik pada fokus pencarian. Namun cuaca di sekitar Pulau Kalimantan bagian tengah dan selatan, termasuk Pangkalan Bun, berpotensi hujan.

    ROSALINA

    Terpopuler
    Budi Gunawan Dijerat: Jokowi Kelabakan, Mega Repot
    Budi Gunawan Tersangka, Tiga 'Dosa' Ini Melilitnya
    Mahar Laskar Pelangi Dihadiahi SBY Laptop Rusak
    Akhirnya, KPK Jadikan Budi Gunawan Tersangka
    Gara-gara Budi Gunawan, Jokowi-KPK Dua Kali Perang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.