Lima Jenderal Ini Disebut Punya Rekening Gendut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto cover majalah Tempo, Rekening Gendut Perwira Polisi pada tahun 2010. 13 Januari 2015

    Foto cover majalah Tempo, Rekening Gendut Perwira Polisi pada tahun 2010. 13 Januari 2015

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan penerimaan hadiah. Penetapan tersebut dalam kaitan ketika Budi Gunawan menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier di Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lainnya.

    Nama Budi Gunawan sebelumnya pernah disebut-sebut memiliki rekening gendut. Budi Gunawan dilaporkan telah melakukan transaksi keuangan yang mencurigakan dari sumber yang tidak jelas dengan nilai puluhan miliar. (Baca: Budi Gunawan Tersangka, Perwira Lain Menyusul?)

    Tak hanya Budi Gunawan, sejumlah perwira polisi lainnya dilaporkan dalam hal yang sama. Majalah Tempo edisi 4 Juli 2010 pernah menulis aliran janggal rekening para perwira tinggi polisi berdasarkan laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Enam perwira tinggi serta sejumlah perwira menengah melakukan "transasi yang tidak sesuai profil" alias melampaui gaji bulanan mereka.

    Siapa saja mereka?

    1. Budi Gunawan (Kepala Lembaga Pendidikan Polri)
    Tuduhan:
    Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar. ("Berita itu sama sekali tidak benar," kata Budi Gunawan, 25 Juni 2010)

    2. Mathius Salempang (terakhir Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri)
    Tuduhan:
    Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian, dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius. ("Saya baru tahu dari Anda," kata Mathius Salempang, 24 Juni 2010)

    3. Sylvanus Yulian Wenas (mantan Kepala Korps Brigade Mobil Polri)
    Tuduhan:
    Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005 serta valas sejumlah US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005. ("Dana itu bukan milik saya," kata Wenas, 24 Juni 2010)

    4. Susno Duadji (mantan Kepala Bareskrim)
    Tuduhan:
    Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar. ("Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas," kata M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)

    5. Bambang Suparno (staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri)
    Tuduhan:
    Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Bambang disebut menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006. ("Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh," kata Bambang Suparno, 24 Juni 2010)

    DANNI MUHADIANSYAH | MAJALAH TEMPO

    Berita Terpopuler
    Budi Gunawan Bukan Juara, Siapa Peraih Adhi Makayasa 83?

    Balas Murdoch, JK Rowling Bela Muslim di Twitter

    Ruhut Siap 'Kuliti' Calon Kapolri Budi Gunawan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.