BNPB: 14 Kota dan Kabupaten Se-Indonesia Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SPBU tenggelam di Baleendah terlihat dari helikopter yang diawaki pilot Polda Jawa Barat, AKP Edy Prasetio dan Ipda Nanok Aprianto, diatas daerah banjir luapan Sungai Citarum, di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot, Bandung, Jabar, 28 Desember 2014. TEMPO/Prima Mulia

    SPBU tenggelam di Baleendah terlihat dari helikopter yang diawaki pilot Polda Jawa Barat, AKP Edy Prasetio dan Ipda Nanok Aprianto, diatas daerah banjir luapan Sungai Citarum, di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot, Bandung, Jabar, 28 Desember 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak Senin, 12 Januari 2015, hingga sekarang tercatat 14 kabupaten/kota dilanda banjir. Terjadi di Kabupaten Malinau, Langkat, Kudus, Tegal, Demak, Rokan Hilir, Pandeglang, Semarang, Situbondo, Aceh Tamiang, Donggala, Labuan Batu Utara, Kota Tebing Tinggi, Kota Medan, Kupang, dan Jayapura. Meskipun bukan banjir besar, banjir telah menyebabkan ribuan rumah terendam.

    Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, sesuai prakiraan sebelumnya, banjir akan terus meningkat memasuki bulan Januari. Puncak hujan sebagian besar wilayah Indonesia adalah bulan Januari-Februari. "Sehingga banjir dan longsor akan makin meningkat pula," kata Sutopo melalui keterangan pers yang dikirimkan Selasa sore, 13 Januari 2015. (Baca: Secara Geologis, Bandung Daerah Rawan Banjir)

    Banjir di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, terjadi pada Selasa, 13 Januari 2015, pukul 01.00 WIB. Ini adalah banjir yang ketiga dalam dua minggu terakhir akibat hujan deras di bagian hulu Kabupaten Simalungun, sehingga Sungai Padang dan Sungai Bahilang meluap. Banjir merendam sekitar 700 rumah di Kecamatan Padang Hulu, Bajenis, Tebing Tinggi Kota, dan Rambutan. Tinggi banjir 20-150 sentimeter. Warga mengungsi ke rumah tetangganya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebing Tinggi telah melakukan evakuasi dan distribusi bantuan makanan.

    Di Demak, banjir merendam beberapa desa di Kecamatan Karangwetan dan Karangawen akibat jebolnya tanggul Sungai Cabean di Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen. Sebanyak 257 rumah terendam air. Tidak ada pengungsian, warga tetap berada di rumah masing-masing. Ruas jalan Grobogan, Purwodadi-Semarang terendam air 50 sentimeter sehingga hanya dapat dilewati kendaraan besar. Sebagian banjir sudah surut. BPBD Kabupaten Demak telah melakukan penanganan.

    Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kesiagaan. BMKG memperkirakan hujan tinggi hingga sangat tinggi pada Januari 2015 berpotensi terjadi di Pantura Jawa Tengah, barat dan selatan Banten, Aceh, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Barat.

    SUPRIYANTHO KHAFID


    Berita Terpopuler
    Budi Gunawan Bukan Juara, Siapa Peraih Adhi Makayasa 83?

    Ruhut Siap 'Kuliti' Calon Kapolri Budi Gunawan 

    Jokowi Panggil Kompolnas, Evaluasi Budi Gunawan?

    Celoteh Netizen Soal Budi Gunawan Sentil Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.