Ternyata, Budi Gunawan Dapat Rapor Merah KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Budi Gunawan. TEMPO/Subekti.

    Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Budi Gunawan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Yunus Husein menyesalkan pengajuan nama Budi Gunawan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon Kapolri. Sebab, integritasnya sempat dipertanyakan Komisi Pemberantasan Korupsi dan PPATK. (Baca: Calon Kapolri: Tiga Perbedaan Pilihan Jokowi dan SBY)

    "Calon Kapolri sekarang pernah diusulkan menjadi menteri. Tetapi pada waktu pengecekan info di PPATK & KPK, yang bersangkutan mendapat rapor merah alias tidak lulus," ujar Yunus melalui twitternya @YunusHusein, Ahad, 11 Januari 2015.

    Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian, Komisaris Jenderal, Budi Gunawan, digadang-gadangmenjadi calon Kapolri. Mantan ajudan presiden di era Presiden Megawati itu akan menggantikan kursi yang kini dijabat Jenderal Sutarman. (Baca: Calon Kapolri: Tiga Persamaan Pilihan Jokowi dan SBY)

    Budi sempat menuai polemik setelah masuk dalam daftar perwira tinggi pemilik rekening gendut. Berdasarkan laporan PPATK, ia diketahui memiliki rekening senilai Rp 54 miliar dan melakukan transaksi di luar profilnya.

    RIKY FERDIANTO

    Baca berita lainnya:
    2 Perusahaan Ini Setor Duit ke Budi Gunawan
    Diancam Bom, Kantor VoA Indonesia Gelap Gulita

    Jokowi: Izin Penerbangan Bertahun-tahun Dibiarkan

    Jonan: Pencarian Black Box Air Asia Bukan Utama

    Jenazah Pria Diduga Teroris Dibawa ke Makassar  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.