Anak Polisi Ditembak, Diduga Terlibat Pencurian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Makassar - Polisi menemukan titik terang untuk mengungkap  kematian  remaja bernama Rocky Rolly Worang, 17 tahun, di  Jalan Agus Salim Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Sabtu, 10 Januari 2015. Diduga remaja itu tewas diterjang peluru polisi yang tengah mengejar pelaku  pencurian sepeda motor. 

    Menurut juru bicara Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Endi Sutendi, dinihari tadi  Tim Resmob Polres Gowa  memburu dua pencuri sepeda motor  di Kampung Paccalayya Kelurahan Tombolo Kecamatan Somba Opu.  Pelaku membawa kabur sepeda motor milik Brigadir Haeruddin (baca: Anak Polisi Tewas Ditembak di Dekat Kantor Bupati  ).

    Dalam pengejaran itu polisi melepaskan tembakan beberapa kali.  Tersangka tersungkur diterjang timah panas.   Satu tersangka diketahui bernama Rocky dan kawannya  bernama Bohari, 38 tahun. Rocky tewas karena kepalanya ditembus peluru. Sedangkan Bohari harus menjalani perawatan  untuk mengeluarkan peluru dipinggul.  "Polisi sudah melepaskan tembakan peringatan tapi mereka tetap kabur," kata Endi.

    Menurut Endi, Bohari telah mengakui perbuatannya. Dia membenarkan Rocky terlibat pencurian juga. Selain itu, masih ada dua tersangka lagi yang saat ini masih buron (baca juga: Anak Polisi Tewas, Diduga Kena Pantulan Peluru). 

    Dari hasil penyelidikan diketahui, Rocky memiliki kamar kos di Jalan Alternatif Tanggul, dekat PDAM Gowa. "Kami temukan tiga badik," kata Endi. Lalu, di kamar rekan Rocky bernama Kohar,  disita kunci T, beberapa bungkus narkoba, dan timbangan elektrik.

    TRI YARI KURNIAWAN

    Baca juga:
    Warga Kota Bekasi Adukan Indosat ke Polisi
    Jokowi-JK Hadir di Acara HUT PDIP
    Polisi Bekuk Buron Budiono Tan






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.