Budi Gunawan Calon Tunggal Kapolri: Ada 2 Rahasia  

Reporter

Sabtu, 10 Januari 2015 05:31 WIB

Surat Penunjukkan Komjen. Budi Gunawan sebagai Kapolri oleh presiden Joko Widodo. (kompolnas)

TEMPO.CO, Jakarta -Presiden  Joko Widodo  akhirnya mengusulkan  Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian RI ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, mengatakan surat Presiden Joko Widodo sudah masuk ke DPR. "Benar, sudah masuk ke pimpinan DPR pagi tadi," ujarnya ketika dihubungi, Jumat, 9 Januari 2015.  (Baca: Jokowi Sodorkan Budi-Gunawan, Ini Mimpi Buruk)

Budi  yang kini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polri menyingkirkan   empat  calon  lain yang diusulkan oleh Komisi Kepolisian Nasional.  Mereka  adalah Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti,  Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Prayitno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Suhardi Aulius, serta Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno.  (Baca:  Soal Calon Kapolri, Kompolnas Tidak Memihak)

Ada dua hal  di balik lolosnya  Budi  Gunawan. Padahal, ia  pernah disebut memiliki rekening gendut dan kekayaan yang diumumkan pun luar biasa, mencapai Rp 22 miliar. Dalam urusan rekening gendut itu, ia pun pernah  disorot oleh  Majalah Tempo pada 2010.  (Baca: Inilah Polisi yang-Disebut Memiliki Rekening Gendut)

Faktor pertama  diperkirakan karena kedekatan Budi  dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.  Hal ini sudah prediksi oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane.  Beberapa hari sebelumnya, ia  menyatakan Budi Gunawan paling berpeluang menjadi Kapolri. "Karena dia dekat dengan Megawati Soekarnoputri dan Jokowi," ujar Neta. Budi Gunawan pernah menjadi ajudan Megawati yang saat itu menjabat presiden.

Budi Gunawan pun tak menolak hal itu. Beberapa bulan lalu,  ia mengatakan dirinya masih menjalin silaturahmi dengan Megawati. Ia mengaku pertemuan terakhir dengan mantan bosnya itu terjadi pada saat menghadiri tahlilan 40 hari mendiang Taufiq Kiemas, suami Mega. Setiap tahlilan, Budi berperan mengundang tokoh-tokoh polisi. Baca: Jenderal Budi Gunawan Bantah Terlibat Politik)

Menurut Budi, keakraban yang dijalin dengan Megawati tidak pernah sampai membahas urusan politik. Makan malam yang sering digelar tidak menyinggung pembicaraan politik. “Makannya selalu ramai-ramai,” ujarnya.

Faktor kedua, kedekatan  Budi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Disebut-sebut  dialah yang menghubungkannya dengan Megawati ketika memuluskan pencalonan Kalla sebagai wakil presiden  mendampingi  Jokowi pada pemilu lalu. (Baca:  Kalla Gunakan Jenderal Rekening Gendut Dekati Mega)

Budi membantah kabar yang menyebutkan dia menyorongkan nama Jusuf Kalla kepada Megawati. “Itu rumor, itu fitnah. Saya masih polisi aktif, menghindari urusan pemilu, itu melabrak aturan,” katanya saat menghubungi Tempo, Sabtu 24 Mei 2014.  

Hanya, saat itu Kalla  membenarkan  bahwa Budi kerap bertandang ke rumahnya. “Semua mantan ajudan saya rutin bersilaturahmi ke rumah karena sudah bersama selama lima tahun,” ujar Kalla kepada Tempo melalui pesan pendek.

SINGGIH SOARES I Tim Tempo

 Berita Lain:

Teroris di Paris, Kakak Beradik Ditembak Mati

Jokowi Dituding Diskriminatif  

Mengurus Gigi, Jokowi ke Klinik Balai Kota DKI  

Cegah Korupsi, KPK Ancam Pejabat  

Panglima Moeldoko: Black Box Air Asia Terlempar






Subsidi BBM Kian Membebani APBN, Pengamat Energi Sarankan 3 Hal ini

5 jam lalu

Subsidi BBM Kian Membebani APBN, Pengamat Energi Sarankan 3 Hal ini

Sedikitnya ada tiga langkah yang bisa diambil pemerintah untuk menekan beban subsidi BBM dan elpiji agar menghemat APBN.


Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 34 Dibuka Hari Ini, Simak Syaratnya

7 jam lalu

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 34 Dibuka Hari Ini, Simak Syaratnya

Peserta yang lolos program pendaftaran Kartu Prakerja akan memperoleh bantuan Rp 3,55 juta.


Warga Bogor Kecewa Lahan yang Dibagikan Jokowi Disita Satgas BLBI

1 hari lalu

Warga Bogor Kecewa Lahan yang Dibagikan Jokowi Disita Satgas BLBI

178 SHM yang dahulu dibagikan Presiden Jokowi di Istana Bogor dibatalkan karena masuk dalam objek sitaan Tim Satgas BLBI. Tengah diusut Bareskrim.


Warga Jasinga Diberi Tanah oleh Jokowi Lalu Disita Satgas BLBI

1 hari lalu

Warga Jasinga Diberi Tanah oleh Jokowi Lalu Disita Satgas BLBI

Warga Jasinga, Kabupaten Bogor, kecewa tanah mereka yang didapat dari redistribusi lahan eks HGU diambil oleh Satgas BLBI


Surya Paloh Sodorkan Nama Capres ke Jokowi untuk Akhiri Era Cebong Kadrun

1 hari lalu

Surya Paloh Sodorkan Nama Capres ke Jokowi untuk Akhiri Era Cebong Kadrun

Surya Paloh mengaku menyodorkan beberapa nama capres kepada Presiden Jokowi untuk cegah polarisasi


Top 3 Dunia: Restoran Pengganti McDonald's di Rusia Catat Rekor Penjualan

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Restoran Pengganti McDonald's di Rusia Catat Rekor Penjualan

Berita Top 3 Dunia pada Kamis 23 Juni 2022 diawali oleh restoran pengganti McDonald's di Rusia menorehkan rekor penjualan pada hari pertama beroperasi


Yayasan Lentera Anak Dorong Pemerintah Sahkan Revisi PP Soal Produk Tembakau

1 hari lalu

Yayasan Lentera Anak Dorong Pemerintah Sahkan Revisi PP Soal Produk Tembakau

Yayasan Lentera Anak mendesak pemerintah mengesahkan revisi PP Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.


BEM KM Unand Dipanggil Polda, Amnesty International: Negara Seakan Lupakan Reformasi

1 hari lalu

BEM KM Unand Dipanggil Polda, Amnesty International: Negara Seakan Lupakan Reformasi

Pemanggilan BEM KM Unand oleh Polda Sumbar dianggap membahayakan kebebasan berbicara dan berekspresi.


Rakernas PDIP Tak Umumkan Capres, Pengamat: Memberikan Kesempatan ke Puan Maharani

1 hari lalu

Rakernas PDIP Tak Umumkan Capres, Pengamat: Memberikan Kesempatan ke Puan Maharani

Megawati dianggap sedang memberikan kesempatan kepada Puan Maharani dengan tidak mengeluarkan nama capres pada Rakernas PDIP.


Posisi Duduk Jokowi di Depan Megawati Dipersoalkan, Ini Penjelasan PDIP

2 hari lalu

Posisi Duduk Jokowi di Depan Megawati Dipersoalkan, Ini Penjelasan PDIP

Politikus PDIP Bambang Pacul menanggapi ramainya pemberitaan soal posisi duduk Jokowi di depan Megawati beberapa waktu lalu.