Jonan Sebut Lion Air 35 Kali Langgar Izin Terbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air dari Makassar tujuan Jakarta tergelincir keluar dari landasan pacu, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (9/3). Tempo/Dimas Aryo

    Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air dari Makassar tujuan Jakarta tergelincir keluar dari landasan pacu, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (9/3). Tempo/Dimas Aryo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 61 penerbangan dari lima maskapai dinyatakan terbukti tidak memiliki izin terbang atau melanggar izin Kementerian Perhubungan. Kesimpulan ini  berdasarkan hasil audit atau investigasi yang dilakukan oleh Kementerian ini.

    "Berdasarkan audit tersebut, 61 penerbangan dari lima maskapai melanggar perizinan yang telah ditetapkan," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam konferensi pers di kantornya, Jumat, 9 Januari 2015. (Baca: Jonan Umumkan Maskapai Nakal)

    Jonan merinci 61 penerbangan tersebut, di antaranya empat dari Garuda Indonesia, 35 Lion Air, 18 Trans Nusa, dan 3 Susi Air. Dengan demikian, lanjut Jonan, penerbangan tersebut dibekukan dan diwajibkan mengajukan izin untuk kembali terbang.

    "Sanksi pelanggaran tidak boleh terbang, dan kami meminta maskapai tersebut untuk mengajukan izin secepatnya," ucap Jonan menegaskan seperti dikutip dari Antara. (Baca: Langgar Isin Terbang, Lima Maskapai Kena Sanksi)

    Investigasi dilakukan dengan menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk mengungkap dugaan maskapai yang melakukan pelanggaran. Obyek investigasi di antaranya lima otoritas bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kualanamu-Medan, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Denpasar, dan Sultan Hasanuddin-Makassar.

    Menurut Jonan, investigasi juga bertujuan mengungkap pejabat-pejabat otoritas bandara yang diduga terlibat dalam izin penerbangan. Sebelumnya, sudah ada tujuh pejabat baik Kementerian maupun otoritas bandara yang sudah dimutasi untuk kepentingan audit dan investigasi. (Baca: Tiket Murah Diatur, Selamat Tinggal Promo)

    Pejabat internal Kementerian Perhubungan terdapat dua orang yang dimutasi, yakni Kepala Bidang Keamanan dan Kelayakan Angkutan Udara merangkap Unit Kerja Pelaksana "slot-time" di otoritas bandara wilayah III Surabaya dan Principal Operational Inspector (POI) Kementerian Perhubungan di Air Asia.

    Dari AirNav Indonesia, terdapat tiga orang, yakni General Manager Perum AirNav Surabaya, Manager Air Traffic Service (ATS) Operation Surabaya, Senior Manager ATS Kantor Pusat Perum Airnav.

    Sementara itu, dari Angkasa Pura I, yakni Department Head Operation PT AP I cabang Bandara Juanda dan Section Head Apron Movement Control AP I Bandara Juanda.
    Investigasi tersebut merupakan upaya lanjutan untuk menyelidiki penerbangan tak berizin Air Asia PK-AXC QZ8051 yang jatuh di Selat Karimata, sekitar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 28 Desember 2014.

    KHAIRUL ANAM

    Terpopuler
    Menteri Jonan: Kenapa Saya Harus Tunduk pada Singapura?
    10 Kartun Charlie Hebdo yang Kontroversial
    Jonan: Dirjen Perhubungan Udara Bubarkan Saja
    PKL Beri Amplop Lurah Susan, Apa Reaksinya?
    Penyerang 'Pembalasan Nabi' Charlie Hebdo Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.