Perjanjian Pranikah Korban Air Asia Susahkan Risma  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi usai menyampaikan Duka Cita kepada seluruh keluarga penumpang dan awak pesawat Air Asia QZ8501 di crisis centre, Bandar Udara Juanda, Surabaya, 30 Desember 2014. Twitter.com/@Iriana Joko Widodo

    Presiden Jokowi usai menyampaikan Duka Cita kepada seluruh keluarga penumpang dan awak pesawat Air Asia QZ8501 di crisis centre, Bandar Udara Juanda, Surabaya, 30 Desember 2014. Twitter.com/@Iriana Joko Widodo

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui adanya kendala dalam validasi data ahli waris korban pesawat Air Asia QZ8501. Kendala yang menyebabkan penundaan pembuatan akta kematian korban itu dari nama yang berbeda, perjanjian pranikah suami-istri, hingga rebutan warisan.

    "Karena ada gesekan, agak ribut, (akta kematian) itu kami tunda dulu," kata Risma kepada wartawan seusai bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di Balai Kota Surabaya, Kamis, 8 Januari 2015. (Baca berita sebelumnya: Risma Janji Permudah Akta Kematian Korban Air Asia)

    Risma tidak menjelaskan lebih detail terkait dengan konflik waris ataupun perjanjian pranikah suami-istri yang sama-sama menjadi penumpang pesawat Air Asia QZ8501. "Agak enggak etis kalau saya omong ke media," ujarnya.

    Namun dia mengakui ada korban pesawat yang memiliki nama berbeda pada setiap identitasnya. Ia mencontohkan ada penumpang yang namanya berbeda pada akta kelahiran, KTP, dan paspor. Ini yang akan divalidasi Pemerintah Kota Surabaya karena pembayaran asuransi tidak bisa diberikan kepada orang yang berganti-ganti nama.

    Risma berjanji akan mempermudah proses validasi data korban. Pihaknya sudah mempersiapkan segala administrasi yang dibutuhkan. Hanya, Pemerintah Kota masih bingung menyerahkan kepada orang yang tepat, yang nantinya tidak akan menimbulkan persoalan hukum.

    Termasuk korban yang sudah tidak lagi memiliki keluarga. "Ya, ini yang mau saya pikirkan," katanya. (Baca: Hari Ke-12, Total 44 Korban Air Asia Ditemukan)

    Risma juga sempat menerima keluhan keluarga yang mendapati rekening tabungan korban di beberapa bank. Menurut Risma, dirinya sudah menyurati Bank Indonesia untuk mencari data-data yang bersangkutan. "Kalau data itu saya dapat, nanti serahkan (akta kematian) sama-sama," ujarnya.

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Terpopuler
    Menteri Jonan: Kenapa Saya Harus Tunduk pada Singapura?

    10 Kartun Charlie Hebdo yang Kontroversial

    Jonan: Dirjen Perhubungan Udara Bubarkan Saja

    PKL Beri Amplop Lurah Susan, Apa Reaksinya?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.