Khotbah Jumat Ngawur, NU: Jemaah Boleh Interupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mukhtamar NU di Asrama Haji Makassar (23/3). TEMPO/Kink Kesuma Rein

    Mukhtamar NU di Asrama Haji Makassar (23/3). TEMPO/Kink Kesuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama berpendapat, jemaah salat Jumat boleh menginterupsi khatib saat berkhobtah. Jemaah boleh menyela khotbah jika khatib menyampaikan hal-hal yang ngawur.

    "Interupsi diperbolehkan asal didukung dengan pengetahuan yang benar," kata Ustad Mahbub Maafi Ramdlan dari Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama seperti ditulis di laman nu.or.id. Pendapat yang membolehkan interupsi terhadap pengkhotbah dalam salat Jumat ini beredar di media sosial belakangan ini. (Baca: Ketua PBNU: Ucapan 'Selamat Natal' Tak Haram)

    Lembaga Bahtsul Masail NU berada di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Lembaga ini mengkaji masalah-masalah aktual dengan menggunakan pendekatan fikih atau hukum agama Islam. (Baca:Umat Kristen Doakan Banser NU Korban Bom Natal)

    Mahbub menjelaskan, menurut pandangan Imam Maliki, jemaaah salat Jumat memang dilarang berbicara saat khatib berkhotbah atau ketika ia duduk di antara dua khotbah. Namun, kata dia, larangan berbicara itu bisa gugur ketika isi khotbah sang khatib ternyata menyimpang. (Baca:Ketua PBNU Said Agil Siradj Ucapkan Selamat Natal)

    "Misalnya, khatib itu memuji orang yang tak layak untuk dipuji atau mencaci orang yang sebenarnya tidak layak dicaci," kata Mahbub. Pandangan itu, kata Mahbub, merujuk pada karya Abdurrahman al-Juzairi, al-Fiqh ala Madzhabib al-Arbaah.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Baca berita lainnya:
    Ahok Pindahkan Lurah Susan dari Lenteng Agung
    Cari Air Asia, Prajurit Cantik Juga Kangen Pacar

    3 Prajurit Cantik dan Misi Berburu Air Asia

    Isap Tiga Jenis Narkoba, Fariz RM Ditangkap Polisi

    Ribut Slot Air Asia, Ini Rincian Tugas 4 Pemangku Otoritas Penerbangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.