Cari AirAsia, Amerika Turunkan Lagi Satu Kapal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kru Helikopter SeaHawk US ARMY membawa kantong jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 di lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan, 2 Desember 2015. Heli ini mengantar Empat jenazah dan serpihan pesawat yang ditemukan Kapal Angkatan Laut Amerika, USS SAMPSON. TEMPO/Dasril Roszandi

    Kru Helikopter SeaHawk US ARMY membawa kantong jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 di lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan, 2 Desember 2015. Heli ini mengantar Empat jenazah dan serpihan pesawat yang ditemukan Kapal Angkatan Laut Amerika, USS SAMPSON. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Angkatan Laut Amerika Serikat menambah satu kapal untuk membantu mencari korban dan puing AirAsia QZ8501 yang hilang di perairan Selat Karimata. Kapal bernama USS Fort Worth itu telah bergabung bersama tim yang dikoordinasi oleh Badan SAR Nasional sejak Sabtu, 3 Januari 2015.

    Berdasarkan penjelasan dalam situs AL Amerika Serikat, USS Fort Worth termasuk kapal dalam kelas Littoral Combat Ship (LCS-3). Kapal dengan panjang 118 meter dan lebar 17,7 meter itu dilengkapi dua mesin Rolls-Royce MT30 dengan turbin gas, dua mesin diesel Colt-Pielstick, dan empat mesin Rolls-Royce waterjets. (Baca: Air Asia QZ8501 Tak Diizinkan Terbang Ahad Lalu)

    Kapal itu mampu melaju hingga 45 knot dengan daya jelajah hingga 6.500 kilometer. USS Fort Worth diterjunkan mencari AirAsia QZ8501 karena sedang bersandar di pangkalan Angkatan Laut Singapura untuk menjalankan misi perdamaian Asia-Pasifik.

    Sebelumnya Amerika sudah mengirimkan kapal USS Sampson untuk bergabung dalam misi pencarian AirAsia QZ8501 pada Selasa, 30 Desember 2014. Sejauh ini, USS Sampson paling banyak menemukan jenazah, karena dimensi dan teknologi kapal memungkinkan bertahan dari cuaca buruk di perairan Selat Karimata. (Baca: Jonan Bekukan Rute Air Asia, Ada Tiga Keanehan)

    Bantuan negara asing tidak hanya datang dari Negeri Abang Sam, tapi juga dari Singapura, Korea Selatan, Rusia, Malaysia, dan Australia. Mereka ikut bergabung dalam pencarian besar-besaran pesawat yang membawa 155 penumpang dan 7 awak itu. Pencarian dikoordinasi oleh Badan SAR Nasional.

    Hingga Ahad, 4 Januari 2015, Badan SAR Nasional telah mengkonfirmasi 34 jenazah telah ditemukan. Namun baru sembilan jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) Polri. (Baca: Jonan Bekukan Rute Air Asia, Singapura Bereaksi)

    RAYMUNDUS RIKANG | NBCNEWS

    Baca berita lainnya:
    Surat Cinta Menteri Jonan untuk Para Pilot
    Risma Tak Percaya Peringatan Dini Amerika Serikat

    Kaya Raya, Lima Pesohor Bangkrut dalam Semalam

    Turis Jepang Diperkosa Lima Pemuda India

    'Jauhi Hotel dan Bank Terkait Amerika di Surabaya'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.