Tragedi AirAsia, 41 Korban Jemaat dari Satu Gereja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kerabat meyalakan dupa di atas jenazah Jie Stevi Gunawan yang disemayamkan di Rumah Persemayaman Adi Jasa, Surabaya, Jatim, 4 Januari 2015. Jie Stevi Gunawan (10) disemayamkan berdampingan dengan jenazah ibunya, The Meiji Thejakusuma yag juga ditemukan meninggal dalam kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang kerabat meyalakan dupa di atas jenazah Jie Stevi Gunawan yang disemayamkan di Rumah Persemayaman Adi Jasa, Surabaya, Jatim, 4 Januari 2015. Jie Stevi Gunawan (10) disemayamkan berdampingan dengan jenazah ibunya, The Meiji Thejakusuma yag juga ditemukan meninggal dalam kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari seperempat penumpang AirAsia QZ8501 yang diduga jatuh di Selat Karimata, Ahad, 28 Desember 2014, ternyata jemaat dari gereja yang sama. Mereka berasal dari Gereja Mawar Sharon. “Empat puluh satu penumpang jemaat Gereja Mawar Sharon, dan sepuluh di antaranya anggota gereja,” kata Pastor Caleb Natanielliem kepada NBC News, Senin, 5 Desember 2015.

    Menurut Natanielliem, para jemaat itu tidak sedang bepergian dalam satu rombongan untuk menghadiri konferensi. Namun dia mengetahui bahwa beberapa keluarga memang berencana menghabiskan liburan bersama di Singapura. Mereka semula akan melewatkan pergantian tahun di negara belanja itu. (Baca: Ini 9 Korban Air Asia yang Telah Diidentifikasi)

    Saat ini, Gereja Sharon menyediakan layanan doa bagi para keluarga korban. Berdasarkan informasi dari laman Facebook resmi gereja itu, Mawar Sharon juga telah menyiapkan pendampingan kepada 14 keluarga korban AirAsia QZ8501. Satu keluarga didampingi oleh satu pendeta. (Baca: 3 Korban Air Asia Teridentifikasi, Total 9 Jasad)

    Selain menasihati keluarga korban untuk terus membaca Alkitab dan berdoa, pendeta juga terus meyakinkan mereka bahwa para penumpang yang menjadi korban kini beristirahat dengan tenang. Natanielliem juga memberi dukungan agar keluarga kuat melihat berbagai tayangan yang disiarkan beberapa stasiun televisi terkait dengan peristiwa nahas itu.

    Pencarian korban AirAsia kini terus mengalami kemajuan. Hingga Ahad, 4 Januari 2014, tim Basarnas telah menemukan 37 korban. Kepala Basarnas Bambang Soelistyo mengatakan, selain mengevakuasi korban, tim mulai berfokus menemukan badan pesawat untuk mencari kotak hitam. Bambang berharap kotak hitam tersebut akan ditemukan Senin ini. (Baca: Ribut Air Asia, Jonan Panggil Dua Pejabat Ini)

    IRA GUSLINA | NBC NEWS

    Baca Berita Terpopuler
    Surat Cinta Menteri Jonan untuk Para Pilot
    Risma Tak Percaya Peringatan Dini Amerika Serikat
    Kaya Raya, Lima Pesohor Bangkrut dalam Semalam
    Turis Jepang Diperkosa Lima Pemuda India
    'Jauhi Hotel dan Bank Terkait Amerika di Surabaya'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.