Kayle Jadi Korban AirAsia QZ8501, Siapa Dia?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awan gelap menaungi kawasan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Laut Jawa, Minggu 4 Januari 2015. Proses pencarian korban dan pesawat Air Asia QZ8501 terkendala cuaca buruk di perairan Laut Jawa. ANTARA/Fanny Octavianus

    Awan gelap menaungi kawasan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Laut Jawa, Minggu 4 Januari 2015. Proses pencarian korban dan pesawat Air Asia QZ8501 terkendala cuaca buruk di perairan Laut Jawa. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Kupang - Keluarga Martinus Djomi, warga Reo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, masih menanti kabar dari empat korban pesawat AirAsia QZ8501, termasuk Kayle, bocah 2,5 tahun, yang ikut dalam pesawat nahas itu. "Kami masih menanti keempat korban itu ditemukan," kata Kristopel Djomi, keluarga Martinus, yang dihubungi Tempo dari Kupang, Senin, 5 Januari 2014.

    Martinus, bersama istri, Ria Ratna Sari, dan anaknya yang berumur 2,5 tahun, Kayle C. Djomi, serta seorang pengasuh bayi, berangkat ke Singapura untuk berlibur akhir tahun. Hingga kini, menurut Kristopel, keluarga berharap agar keempat korban segera ditemukan. Jika meninggal, mereka bisa dimakamkan secara baik. "Kami terus menanti ditemukan empat korban itu," katanya. (Baca: Tragedi Air Asia, Total 34 Korban Ditemukan)

    Dia mengaku Martinus Djomi adalah orang baik, sabar, dan tenang. "Saya lagi menunggu keempat korban itu di Surabaya," katanya. Keluarga belum memutuskan apakah keempat korban akan dimakamkan di Reo atau di Surabaya jika ditemukan dalam keadaan meninggal. "Kami belum tahu kepastiannya. Kami hanya berharap agar mereka segera ditemukan," ujarnya.

    Tujuh dari 155 penumpang AirAsia QZ8501 berasal dari NTT. Enam di antaranya dari Manggarai dan satu korban dari Alor. Tujuh korban itu yakni Martinus Djomi, Ria Ratna Sari, dan Kayle C. Djomi, balita berusia 2,5 tahun. Adapun keluarga Santoso kehilangan Fandi Santoso, Karina Santoso, dan Theo Santoso. Juga, seorang penumpang asal Alor bernama David Hartono. (Baca: Cari Blackbox Air Asia, Basarnas Kerahkan 5 Kapal)

    Hingga hari kesembilan pencarian korban dan pesawat AirAsia, Tim Search and Rescue gabungan baru menemukan 34 jasad. Sembilan di antaranya berhasil diidentifikasi oleh Tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. AirAsia QZ8501 membawa 155 penumpang, termasuk 7 awak kabin dan pilot.

    YOHANES SEO

    Baca Berita Terpopuler
    Surat Cinta Menteri Jonan untuk Para Pilot
    Risma Tak Percaya Peringatan Dini Amerika Serikat
    Kaya Raya, Lima Pesohor Bangkrut dalam Semalam
    Turis Jepang Diperkosa Lima Pemuda India
    'Jauhi Hotel dan Bank Terkait Amerika di Surabaya'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.