AirAsia QZ8501 Tak Diizinkan Terbang Ahad Lalu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR gabungan membawa barang barang milik korban pesawat AirAsia di bungkus kantong yang dievakuasi dengan Helikopter Seahawk Amerika Serikat di Lanud Iskandar PangkalanBun, Kalteng, 4 Januari 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Tim SAR gabungan membawa barang barang milik korban pesawat AirAsia di bungkus kantong yang dievakuasi dengan Helikopter Seahawk Amerika Serikat di Lanud Iskandar PangkalanBun, Kalteng, 4 Januari 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan tak memberikan izin terbang untuk pesawat AirAsia QZ8501 pada Ahad, 28 Desember 2014. Rute musim dingin Surabaya-Singapura tersebut tak berizin untuk hari itu.

    "Kami hanya memberikan surat izin terbang pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Untuk hari Ahad, tak ada sama sekali," kata Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, J.A. Barata, saat dihubungi pada Ahad, 4 Januari 2015. (Baca: Jonan Bekukan Rute Air Asia, Ada Tiga Keanehan)

    Ia pun menambahkan, tak ada surat izin yang dikeluarkan ataupun diajukan untuk penerbangan hari tersebut. "Tak ada pengajuan untuk pengalihan penerbangan, extra flight pun tak ada," ujar Barata.

    Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha pun pada hari sebelumnya mengatakan surat pengajuan terkait dengan izin AirAsia QZ8501 tak ada di Bandara Juanda, Surabaya, tempat keberangkatan pesawat. (Baca: 4 Korban Air Asia Dikirim ke Surabaya Malam Ini)

    Akibat penerbangan tak berizin ini, Kementerian membekukan penerbangan pesawat AirAsia Indonesia dengan rute serupa per 2 Januari 2015. Menurut Barata, pembekuan baru akan dicabut setelah hasil investigasi dan evaluasi terhadap jatuhnya pesawat QZ8501 di Selat Karimata keluar.

    Ia meminta agar AirAsia segera mengklarifikasi asal surat izin penerbangan itu. "Begini saja, pemerintah tidak mengeluarkan surat izin sama sekali. AirAsia terbang di hari itu pakai izin dari siapa?" katanya. (Baca: Jonan Bekukan Rute Air Asia, Singapura Bereaksi)

    Pihak AirAsia belum memberikan tanggapan hingga saat ini. Baik panggilan telepon maupun pesan pendek yang dilayangkan Tempo kepada Corporate Secretary AirAsia Audrey Petriny belum mendapatkan tanggapan.

    URSULA FLORENE SONIA

    Baca juga:
    Tragedi AirAsia, Total 34 Korban Ditemukan

    Piala FA, MU Andalkan Falcao dan Rooney

    Kecelakaan Maut di Banyuwangi, Sopir Bus Tersangka

    Cari Black Box Air Asia, Basarnas Kerahkan 5 Kapal



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.