Munas Islah Golkar, Agus Gumiwang Menolak Maju  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim juru runding kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie, dari kiri : Yorris Raweyai, Priyo Budi Santoso, MS Hidayat, Andi Matalatta, Syarif Cicip Sutardjo, Theo L Sambuaga, Agun Gunanjar, Freddy Latumahena, berfoto bersama sebelum perundingan islah, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 23 Desember 2014. Perundingan antara kubu Agung Laksono dengan kubu Aburizal Bakrie tersebut membahas perdamaian dalam menyelesaikan masalah perselisihan di internal Golkar yang menyebabkan dualisme kepemimpinan.TEMPO/Imam Sukamto

    Tim juru runding kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie, dari kiri : Yorris Raweyai, Priyo Budi Santoso, MS Hidayat, Andi Matalatta, Syarif Cicip Sutardjo, Theo L Sambuaga, Agun Gunanjar, Freddy Latumahena, berfoto bersama sebelum perundingan islah, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 23 Desember 2014. Perundingan antara kubu Agung Laksono dengan kubu Aburizal Bakrie tersebut membahas perdamaian dalam menyelesaikan masalah perselisihan di internal Golkar yang menyebabkan dualisme kepemimpinan.TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Jakarta, Agus Gumiwang Kartasasmita, menolak dicalonkan sebagai kandidat ketua umum di Munas Islah yang diwacanakan poros muda Partai Golkar. Menurut Agus, Munas Jakarta sudah memilih Agung Laksono sebagai Ketua Umum. Ia juga mengimbau agar semua pihak tak berasumsi terhadap hasil perundingan dari kubu Aburizal Bakrie dan Agung (baca juga: Kisruh Golkar, Akbar: Wajib Islah Demi Agenda 2019).

    "Saya berkomitmen membantu Agung dalam mengelola Golkar," kata Agus kepada Tempo lewat pesan pendeknya, Ahad, 4 Januari 2015. "Ini prioritas dan konsentrasi saya."

    Sedang, Airlangga Hartarto, salah satu kandidat yang disodorkan poros muda, masih menunggu hasil perundingan kedua kubu. Ia tak menjawab lugas saat ditanya kesediaannya untuk maju dalam Munas Islah. "Berikan kesempatan juru runding menyelesaikan pekerjaannya," kata Airlangga.

    Mahyudin, kata juru bicara poros muda Golkar Andi Sinulingga, juga menunggu perkembangan negosiasi kedua kubu. "Mahyudin katanya masih wait and see," kata Andi menirukan Mahyudin (baca juga: Konflik Golkar Mungkin Diselesaikan di Pengadilan).

    Sebelumnya, Andi Sinulingga ingin agar partai berlambang pohon beringin itu menggelar Munas Islah. Andi juga mengharap Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tak maju lagi dalam Munas tersebut. "Mereka harusnya mandeg pandito," kata Andi.

    Maksudnya, kata Andi, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono diharap berhenti dalam persaingan menjadi ketua umum di Munas Islah. Alasannya, Aburizal dan Agung lebih baik jadi 'pandito' atau begawan. "Dengan kebesaran jiwa, mereka jadi begawan saja," kata Andi.

    Poros Muda, kata Andi, mendorong agar Aburizal dan Agung menjadi Dewan Pertimbangan partai yang memberikan masukan. "Kami ingin mendorong proses regenerasi di Golkar," kata dia. Andi berharap kader muda yang memimpin Golkar, seperti Mahyudin, Agus Gumiwang, Hajriyanto Thohari, Airlangga Hartarto, dan lainnya.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Berita lain:
    Jonan Balas 'Surat Cinta' Pilot Qatar Airways 
    Surat Cinta Menteri Jonan untuk Para Pilot
    AirAsia Mirip Garuda yang Mendarat di Sungai  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.