Pencarian Hari Kedelapan, Cuaca Kondusif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI-AL membawa jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang ditemukan di Laut Jawa, 3 Januari 2014. Jenazah dibawa ke KRI Banda Aceh untuk dievakuasi ke Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan. TEMPO/Dian Triyuli

    Anggota TNI-AL membawa jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang ditemukan di Laut Jawa, 3 Januari 2014. Jenazah dibawa ke KRI Banda Aceh untuk dievakuasi ke Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan. TEMPO/Dian Triyuli

    TEMPO.CO, Pangkalan Bun - Kepala Stasiun Meteorologi Pangkalan Bun Lukman Soleh mengatakan cuaca buruk masih membayangi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 pada hari kedelapan. Cuaca baru akan membaik di atas pukul 10.00 WIB.

    "Jam 10.00-13.00, sektor utara dan selatan berpotensi berawan hingga hujan sedang," ujar Lukman di Landasan Udara Iskandar, Ahad, 4 Januari 2015. (Baca: Kapal Survei Cari Air Asia Lagi Pagi Ini)

    Kondisi ini, ujar Lukman, akan bertahan hingga pukul 16.00 WIB. Memasuki maghrib hingga malam, potensi hujan lebat terjadi di bagian selatan. Sedangkan pergerakan awan cummolonimbus terjadi di atas pukul sepuluh ke arah timur. (Baca: Kapal Survei Cari Air Asia Lagi Pagi Ini)

    Tinggi ombak, tutur dia, cukup kondusif untuk melakukan pencarian. Sebabnya, tinggi ombak hanya mencapai maksimal 3 meter. Namun, kata dia, kecepatan arus laut harus diwaspadai karena cukup deras. "Di area II dan IV bisa mencapai 30-50 cm per detik."

    Hingga kemarin, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 30 jenazah yang ditemukan berbagai kapal. Jenazah sudah diangkut ke Surabaya.

    Fokus pencarian hari kedelapan ini, kata Direktur SAR Pangkalan Bun, Marsekal Pertama S.B. Supriyadi, adalah mencari badan pesawat yang sudah ketahuan titik koordinatnya.

    TIKA PRIMANDARI

    Berita Lain
    Dipinjam Inter, Podolski Pamit ke Fans Arsenal
    PSSI Gelar Kongres Besok, Ini Agendanya
    Liverpool Pastikan Gerrard Pindah ke Amerika
    Persipura Tambah Tiga Pemain Baru, Ini Skuadnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.