Korban AirAsia, Teriring Doa dari Paviliun Akasia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan peti jenazah yang akan dipergunakan korban pesawat AirAsia QZ8501 di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 1 Januari 2015.  TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas menunjukkan peti jenazah yang akan dipergunakan korban pesawat AirAsia QZ8501 di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 1 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Pangkalan Bun - Jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang ditemukan di perairan Selat Karimata dibawa ke Landasan Udara Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dari sini, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin, untuk didoakan dan masukkan ke dalam peti. (Baca: Menteri Jonan Menjawab 'Surat Cinta' dari Pilot)

    Anggota forum komunikasi antarumat beragama Pangkalan Bun, Sirdjon Palese, 60 tahun, menjadi salah satu pendoa bagi korban kecelakaan AirAsia QZ8501. Imam di Gereja Pantekosta Indonesia, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini sudah biasa mendoakan bahkan memandikan jenazah. (Baca: Cari AirAsia, Total 4 Puing Bodi Pesawat Ditemukan)

    Bersama lima pemuka agama lain, yakni Katolik, Islam, Hindu, Buddha, dan Konghucu, Sirdjon bergantian menyampaikan doa di dalam ruang Paviliun Akasia RSUD Sultan Imanuddin, yang disulap menjadi posko Disaster Victim Identification. Paviliun Akasia terletak di belakang rumah sakit. Di sini, para korban AirAsia QZ8501 diidentifikasi dan dipetikan oleh tim forensik Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. (Baca: AirAsia Mirip Garuda yang Mendarat di Sungai)

    "Saudaraku, berangkatlah Engkau dengan tenang, ku doakan kau diterima di sisi Tuhan. Ku doakan juga, Tuhan mengampuni segala dosa-dosamu selama hidup di bumi. Damai sejahteralah jiwamu saat berjumpa dengan Sang Pencipta. Amin," kata Sirdjon membacakan doa buat para korban, Kamis, 1 Januari 2015. (Baca: Dua Alasan Basarnas Optimistis Bodi AirAsia Ketemu)

    Sirdjon berpendapat, kecelakaan AirAsia QZ8501 ini adalah kehendak Tuhan. "Ini jalan saya buat lebih berbakti dan beriman, tak peduli bau atau mual, saya terenyuh dengan para korban dan keluarganya," kata dia. Sirdjon berharap keluarga korban dapat kuat dan tabah menghadapi musibah ini. (Baca juga: Masker Berlapis dan Kopi di Evakuasi Air Asia QZ8501)

    PRAGA UTAMA



    Topik terhangat:
    AirAsia
    | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Geger, Menteri Jonan Damprat Direktur Air Asia
    Korban Air Asia QZ8501 Ditemukan Duduk di Kursi
    Pengalaman KSAU Menembus Awan Cumulonimbus
    AirAsia QZ8501, 5 Fakta dan 5 Tanda Tanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.