12 Jasad Korban AirAsia Diterbangkan ke Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas dan tentara mengangkat 12 peti jenazah korban AirAsia QZ8501 yang akan diterbangkan ke Surabaya di Pangkalan Bun, Kalimantan, 3 Januari 2015. AP/Tatan Syuflana

    Anggota Basarnas dan tentara mengangkat 12 peti jenazah korban AirAsia QZ8501 yang akan diterbangkan ke Surabaya di Pangkalan Bun, Kalimantan, 3 Januari 2015. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Pangkalan Bun - Dua belas jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 diterbangkan ke Surabaya dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Jasad itu sebelumnya dievakuasi dari laut dan dipetikemaskan di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin. (Baca: Damprat Air Asia, Menteri Jonan Dapat Surat Cinta)

    Dua belas ambulans yang membawa peti jenazah korban tiba di Landasan Udara Iskandar pada Sabtu, 3 Januari 2015, sekitar pukul 13.15. Ambulans itu langsung parkir di dekat pesawat Hercules C-130 bernomor Alpha 1320 milik TNI Angkatan Udara. (Baca: Geger, Menteri Jonan Damprat Direktur Air Asia)

    Empat jenazah diangkut oleh helikopter Seahawk dari kapal USS Sampson milik Amerika Serikat pada 2 Januari 2015. Sisa jasad, diangkut oleh helikopter Bell 412 dan 420 dari KRI Banda Aceh yang menjadi pusat koordinasi pencarian. (Baca: BMKG: Air Asia Terbang tanpa Bawa Laporan Cuaca)

    Direktur Eksekutif Disaster Victims Identification Komisaris Besar Anton Castiliani mengatakan proses pemindahan jenazah ke Surabaya akan dipercepat karena memperhitungkan kondisi jenazah yang mulai rusak karena sepekan terbenam dalam air. (Baca: Rute Air Asia Surabaya ke Singapura Dibekukan)

    "Idealnya memang ada pendingin, tapi di sini tak ada. Jadi, penerbangan harus dipercepat," ujar Anton di Lanud Iskandar. Hingga pencarian hari ketujuh, 30 jasad telah dievakuasi dan diterbangkan ke pos koordinasi utama di Bandara Juanda, Surabaya. (Baca: Air Asia Berani Tambah Jadwal Tanpa Izin, Kenapa?)

    Komandan Landasan Udara Iskandar Letnan Kolonel Penerbang Jhonson Simatupang mengatakan pencarian korban dan bodi pesawat pada hari ketujuh diperluas hingga pesisir pantai sekitar Selat Karimata yang berada di perbatasan Kalimantan dan Sumatera. (Baca: Janji Tony Fernandes ke Pramugari Korban Air Asia)

    TIKA PRIMANDARI

    Baca Berita Terpopuler
    Geger, Menteri Jonan Damprat Direktur Air Asia
    Air Asia QZ8501, Surat BMKG Ini Picu Jonan Marah
    Korban Air Asia QZ8501 Ditemukan Duduk di Kursi
    Air Asia Berani Tambah Jadwal Tanpa Izin, Kenapa?
    Pengalaman KSAU Menembus Awan Cumulonimbus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.