Tony Fernandes Tunaikan Janji ke Pramugari AirAsia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Grup AirAsia, Tony Fernandes. AP Photo/Tatan Syuflana

    CEO Grup AirAsia, Tony Fernandes. AP Photo/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Palembang - Chief Executive Officer AirAsia Sdn Berhad, Tony Fernandes, menepati janjinya untuk mengantarkan Khairunisa Haidar Fauzi ke pemakaman keluarga di Bukit Lama, Palembang, Jumat, 2 Januari 2015. Anis--sapaan akrab Khairunisa--adalah salah satu pramugari pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh pada Ahad pagi lalu. (Baca: Janji Tony Fernandes ke Pramugari Korban Air Asia)

    Tonny hanya menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga Anis, yang tampak memadati kediamannya di Jalan Pipa, Palembang. Dia enggan melayani pertanyaan media. Berkemeja batik lengan panjang, Tony sesekali memainkan telepon genggamnya. "Maaf, jangan wawancara dulu buat sementara," ujar pengawal Tony. (Baca: Geger, Menteri Jonan Damprat Direktur Air Asia)

    Jenazah Anis diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Pipa sekitar pukul 20.20 WIB. Sebelumnya, jenazah Anis diterbangkan dari Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat sore, 2 Januari 2014. Jenazah Anis sampai di kediamannya pada sekitar pukul 19.00 WIB pada hari yang sama. (Baca: Ini Pesan Terakhir Teknisi Air Asia di Blackberry)

    Anda, anggota keluarga korban, menuturkan, setelah mengebumikan Anis, keluarga akan kembali melanjutkan tahlilan di rumah. "Dari hitungan kami, ini masuk malam ketujuh setelah hari kejadian," kata Anda, Jumat, 2 Januari 2014.

    Sebelumnya, pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura dinyatakan hilang kontak di sekitar Tanjung Pandan, Belitung Timur, pada Ahad pagi, 28 Desember 2014. AirAsia QZ8501 membawa 162 orang, terdiri atas 155 penumpang dan tujuh awak.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Baca Berita Terpopuler
    Korban AirAsia QZ8501 Ketemu, Masih Ada 10 Misteri
    Bodi Pesawat Air Asia Sudah Ditemukan?
    Janji Tony Fernandes ke Pramugari Korban Air Asia
    Dua Spekulasi Kecelakaan Air Asia QZ8501
    Korban Air Asia QZ8501, Berjam Rolex, Berkaus Polo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.