Rute AirAsia Surabaya ke Singapura Dibekukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biru: prekiraan Rute pesawat AirAsia QZ 8501. Merah: perkiraan rute sebelum hilang kontak pada koordinat 03.22.46S dan 108.50.07 E.

    Biru: prekiraan Rute pesawat AirAsia QZ 8501. Merah: perkiraan rute sebelum hilang kontak pada koordinat 03.22.46S dan 108.50.07 E.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membekukan sementara izin rute penerbangan Indonesia AirAsia dari Surabaya ke Singapura dan sebaliknya. Pembekuan itu terhitung mulai 2 Januari 2015 sampai dengan keluarnya hasil evaluasi dan investigasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. (Baca: Musibah Air Asia, Diduga Ada Pelanggaran Prosedur)

    "Pembekuan sementara ini tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU. 008/1/1/DRJU-DAU-2015 tanggal 2 Januari 2015," kata Kepala Komunikasi Publik Kemenhub J. A. Barata pada hari yang sama. (Baca: BMKG: Air Asia Terbang tanpa Bawa Laporan Cuaca)

    Pembekuan rute ini dilatarbelakangi PT AirAsia yang telah melakukan pelanggaran persetujuan rute yang diberikan. Dalam Surat Dirjen Perhubungan Udara tertanggal 24 Oktober 2014 tentang Izin Penerbangan Luar Negeri Periode Winter 2014/2015 tertulis penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura pada Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Namun AirAsia malah melakukan penerbangan pada Ahad. (Baca: Blogger Cina: AirAsia QZ8501 Dibajak Black Hand)

    Pihak AirAsia pun tak melakukan permohonan perubahan hari operasi kepada Dirjen Perhubungan Udara. Maka, AirAsia telah melanggar persetujuan rute yang diberikan.

    "Penumpang yang telah memegang tiket rute ini akan dialihkan ke penerbangan lain sesuai dengan ketentuan," ujar Barata. Tak ada waktu pasti kapan pembekuan akan dicabut. Pihak AirAsia belum memberikan tanggapan saat dihubungi via telepon dan pesan pendek oleh Tempo.

    URSULA FLORENE SONIA

    Baca berita lainnya:
    Korban AirAsia QZ8501 Ketemu, Masih Ada 10 Misteri

    Air Asia Ketemu, Keluarga Penumpang MH370 Cemburu

    Pesawat Hilang: RI Lebih Cepat Ketimbang Malaysia

    Pertamax, Sekarang Rp 8.800 per Liter  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.