Fakta tentang 15 Korban AirAsia QZ8501

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat AirAsia A320. JIJI PRESS/AFP/Getty Images

    Pesawat AirAsia A320. JIJI PRESS/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Duka menyelimuti keluarga korban insiden pesawat AirAsia QZ8501, terlebih setelah beberapa jenazah ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Cerita dari keluarga tentang para korban mengundang haru. Berikut sejumlah fakta tentang para korban kecelakaan AirAsia QZ8501, seperti dikutip dari Buzzfeed, Kamis, 1 Januari 2015.

    1. Kapten Iriyanto, pilot
    Iriyanto mencatat sebanyak 6.053 jam terbang dengan AirAsia. Ayah Iriyanto, Suwarto, mengatakan terakhir kali bertemu anaknya itu pada pemakaman anaknya yang lain 10 hari yang lalu. "Saya bertemu dia beberapa hari sebelum pesawat lepas landas," kata Suwarto.

    Suwarto sangat terpukul ketika mengetahui pesawat yang dikemudikan Iriyanto hilang pada Ahad, 28 Desember 2014. "Saya ingin dia kembali hidup dan sehat, tapi jika Allah berkehendak lain, itu adalah takdir."

    Sementara itu, anak perempuan Iriyanto, Angela, mem-posting fotonya bersama ayahnya. Dia meminta ayahnya segera pulang. "Papa pulang. Aku masih membutuhkanmu. Kembalilah untuk saya. Kita harus bertemu," tulis Angela.

    2. Oscar Desano, pramugara
    Oscar sangat mencintai pekerjaannya sebagai pramugara. Dia sering mem-posting foto-foto perjalanannya di media sosial. Sepupu Oscar, Meriyanti Meri, mengatakan keluarga masih menunggunya pulang, terutama istrinya. "Oscar akan segera memiliki bayi. Istrinya sedang hamil 6 bulan sekarang," katanya.

    3. Ruth Natalia Puspitasari dan tunangannya, penumpang
    Keduanya berangkat ke Singapura untuk mengunjungi orang tua tunangan Ruth. Pasangan itu akan merayakan ulang tahun Ruth ke-26 dan tahun baru bersama. Ayah Ruth, Suyanto, sangat terpukul. "Dia pergi bersama pesawat yang hilang itu. Kami sangat sedih dan tak bisa mempercayainya," kata dia.

    Selanjutnya: Kopilot dan pemandu wisata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?