QZ8501 Diduga Malah Melambat Saat Ubah Ketinggian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • File foto pesawat AirAsia, Airbus A320 saat akan lepas landas di Bandara Internasional Sukarno-Hatta di Tangerang, 30 Januari 2013. Pada akun Twitter @AirAsia dituliskan `AirAsia Indonesia menyesalkan bahwa QZ8501 dari Surabaya ke Singapura telah hilang kontak pada pukul 07.24 pagi ini`. REUTERS

    File foto pesawat AirAsia, Airbus A320 saat akan lepas landas di Bandara Internasional Sukarno-Hatta di Tangerang, 30 Januari 2013. Pada akun Twitter @AirAsia dituliskan `AirAsia Indonesia menyesalkan bahwa QZ8501 dari Surabaya ke Singapura telah hilang kontak pada pukul 07.24 pagi ini`. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pencarian dan evakuasi penumpang pesawat AirAsia QZ8501 masih terus berlangsung. Otoritas di Indonesia belum menerangkan penyebab hilangnya kontak pesawat tersebut dari pantauan radar pemandu lalu lintas udara. (Baca: Hari Kelima, Berapa Kekuatan Tim Evakuasi AirAsia?)

    Direktur pengelola situs Airlineratings.com, Geoffrey Thomas, mengatakan kecelakaan AirAsia QZ8501 mungkin terjadi karena pesawat terhenti dalan penerbangan. "Kecepatannya terlalu lambat," kata Thomas seperti dikutip CNN, Rabu, 31 Desember 2014. (Baca: Hari Kelima Duka Air Asia, 7 Jasad Ditemukan)

    Pesawat AirAsia tujuan Singapura itu hilang kontak di atas perairan Belitung setelah 41 menit lepas landas dari Bandara Juanda, Surabaya. Thomas menuturkan rekaman radar yang tercatat pada mesin pemandu lalu lintas udara Indonesia menunjukkan adanya perubahan ketinggian terbang pesawat. Namun demikian, laju pesawat terhenti karena pilot gagal mempertahankan kecepatan. (Baca: Berapa Pasokan Avtur Buat Tim SAR AirAsia QZ8501?)

    Analisis tersebut, kata Thomas, muncul dari bocoran tayangan layar dari mesin pemandu lalu lintas udara. Ia menambahkan, prosedur tetap bagi pilot yang akan mengubah jalur terbangnya adalah membuat posisi pesawat sedikit menukik, menambah kecepatan, dan kembali naik ke ketinggian yang diinginkan. Dalam soal QZ8501, Thomas melanjutkan, pesawat kehilangan kecepatan saat dalam keadaan menukik. "Situasinya tak bisa dipulihkan," kata Thomas. (Baca juga: Begini Prosedur Penyelaman Evakuasi Korban)

    CNN | LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Ini Dia Harga Baru Premium dan Solar 
    Duka Air Asia, Ngunduh Mantu Raffi Ahmad Dikecam
    Indigo Ingatkan Ahok Soal Tahun Baru dan Gempa Jakarta  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.