Ini Pesan Terakhir Teknisi AirAsia di Blackberry

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga kantong berisikan jenazah korban Air Asia QZ 8501 yang telah dievakuasi tim SAR dari Eurocopter SA 365/AS365 Dauphin 2 (Dolphin) milik Basarnas di geladak KRI Bung Tomo (TOM)-357 di atas perairan Laut Jawa, Rabu 31 Desember 2014. ANTARA FOTO/Lettu Laut (P) Solihin.

    Tiga kantong berisikan jenazah korban Air Asia QZ 8501 yang telah dievakuasi tim SAR dari Eurocopter SA 365/AS365 Dauphin 2 (Dolphin) milik Basarnas di geladak KRI Bung Tomo (TOM)-357 di atas perairan Laut Jawa, Rabu 31 Desember 2014. ANTARA FOTO/Lettu Laut (P) Solihin.

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Syaiful Rahmat, 38 tahun, salah satu teknisi pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Ahad pagi, 28 Desember 2014 sempat menulis status di Blackberry messengernya. 

    Menurut Lia, kakak Syaiful, sebelum terbang dengan AirAsia QZ8501, adiknya membuat status di BBM: Wahai anak adam, bertobatlah sebelum terlambat. Kerjakan amal dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah. (Baca:8 Mayat Diduga Korban AirAsia Sudah Ditemukan)

    Syaiful, ujar Lia, seorang agamais, baik hati, dan ramah dengan semua orang, termasuk kepada enam kakaknya. "Dia memang bukan ustaz, tapi dia agamais," kata Lia kepada Tempo di halaman Posko crisis center Terminal 2 Bandara internasional Juanda, Surabaya pada Rabu, 31 Desember 2014.(Baca:Pilot Korea Selatan Bantu Cari Korban Air Asia)

    Status semacam itu, menurut Lia, sering ditulis adiknya dalam akun BBM atau akun Facebook-nya, sehingga dia tidak mempunyai firasat apapun ketika terjadi kecelakaan AirAsia QZ8501. Selain itu, adiknya memang rajin salat dan selalu perhatian kepada kakak-kakaknya sehingga disenangi banyak orang. "Enggak tahu saya kok enggak ada firasat apapun," kata dia.(Baca: Kronologi Penemuan Puing yang Diduga Air Asia  )

    Saat masih kecil, sosok Syaiful adalah sosok anak yang manja karena merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ia menikah dengan Yeni. Dari pernikahannya itu mereka memiliki tiga anak, yaitu Najwa, Zizu, dan Arkhan. Mereka tinggal di daerah Sidoarjo. (Baca:Sinyal Ponsel Penumpang Air Asia Jadi Petunjuk?  )

    Lia mengatakan, keluarga besar Syaiful masih yakin bahwa sosok yang peramah itu akan selamat dari musibah AirAsia QZ8501 yang jatuh di sekitar Selat Karimata, Kalimantan Tengah, meskipun sudah ada beberapa korban yang ditemukan dalam keadaan meniggal. "Kami masih yakin kalau adik masih selamat,"  kata Lia sambil mengusap air matanya. (Baca: Musibah Air Asia Sebabkan Remaja Ini Sebatang Kara)

    Ia berharap pemerintah terutama bagi tim pencari AirAsia QZ8501 untuk cepat  mengevakuasi semua penumpang dan kru untuk dibawa ke Surabaya. Dengan begitu para keluarga yang menunggu bisa tahu siapa saja yang selamat atau yang sudah meninggal dunia.

    MOHAMMAD SYARRAFAH
    Baca juga:

    Cari Kotak Hitam Air Asia, Korea Selatan Kirim Tim

    Nuansa Piknik Saat Ridwan Kamil Resmikan Alun-alun

    Ahok Promosikan 3 Tertib di Depan Petinggi Polisi

    PBB Tolak Resolusi Negara Palestina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.