Tiga Indikasi Air Asia QZ8501 Tidak Meledak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR mengevakuasi kantong berisikan jenazah korban Air Asia QZ 8501 ke Eurocopter SA 365/AS365 Dauphin 2 (Dolphin) milik Basarnas di geladak KRI Bung Tomo (TOM)-357 di atas perairan Laut Jawa, Rabu 31 Desember 2014. Basarnas dan tim gabungan TNI-Polri melakukan pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak sejak 28 Desember 2014. ANTARA FOTO/Lettu Laut (P) Solihin.

    Tim SAR mengevakuasi kantong berisikan jenazah korban Air Asia QZ 8501 ke Eurocopter SA 365/AS365 Dauphin 2 (Dolphin) milik Basarnas di geladak KRI Bung Tomo (TOM)-357 di atas perairan Laut Jawa, Rabu 31 Desember 2014. Basarnas dan tim gabungan TNI-Polri melakukan pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak sejak 28 Desember 2014. ANTARA FOTO/Lettu Laut (P) Solihin.

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan SAR Nasional  telah menemukan sejumlah serpihan pesawat dan jenazah penumpang AirAsia  QZ8501 di perairan Karimata,  tak jauh dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dari temuan  sejauh ini,  diperkirakan  pesawat yang terbang dari Surabaya menuju Singapura pada Ahad, 28 Desember 2014, itu  tidak meledak dan terbakar di udara kendati menghadapi awan cumulonimbus—dikenal sebagai awan yang amat berbahaya bagi penerbangan.

    Indikasi pertama,  pesawat AirAsia itu tidak hancur berkeping-keping. Direktur Teknologi PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana, termasuk yang menyampaikan pendapat ini.  Ia  menduga pesawat lepas kendali dan jatuh menghantam permukaan laut. "Dan pecah ketika sudah di dasar air," ujar Andi, 30 Desember  2014.  (Baca: Misteri Tiga Menit Sebelum Hilangnya Air Asia)

    Pendapat itu juga sesuai dengan pengamatan sementara dari tim SAR. “Dari pantauan udara, kami bisa melihat body pesawat dalam bentuk potongan besar, berada di bawah permukaan laut,” kata Direktur Operasional Badan SAR Nasional posko Pangkalan Bun, S.B. Supriyadi, di Landasan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Selasa 30 Desember 2014. Posisi badan pesawat berada pada jarak 97-100 mil dari Pangkalan Bun (Baca: Kronologi Penemuan Puing yang Diduga Air Asia)

    Kedua, kondisi jenazah penumpang utuh dan tak ada luka bakar.   Tak hanya Andi yang melihat indikasi ini,  tapi juga Ruth Hana Simatupang, pengamat penerbangan.  Ruth Hana mengatakan, temuan sejumlah serpihan dan beberapa jasad penumpang yang utuh di lokasi pencarian menguatkan indikasi bahwa badan pesawat hanya pecah di bagian tertentu dengan ukuran besar. “Dengan jasad utuh, pesawat tak mungkin terbakar di udara,” ujarnya kepada Tempo, 30 Desember.

    Ketiga
    , kemungkinan masih ada upaya penumpang menyelamatan diri, hal yang tak mungkin  dilakukan bila pesawat meledak di udara.  Indikasi ini terlihat dari temuan perosotan pintu darurat. Presiden Direktur CSE Aviation, Edwin Sudarmo,  bahkan memperkirakan pilot berusaha mendaratkan pesawat di permukaan air.

    Analisis itu merujuk pada temuan perosotan pintu darurat. Menurut dia, pesawat Airbus A320-200 dirancang mampu meluncur di udara tanpa dorongan mesin. Namun Edwin tak berani menyimpulkan pesawat berhasil mendarat atau jatuh menghunjam laut.

    Ketua Sub-Komite Udara Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Masruri, menyatakan tak ingin tergesa-gesa mengumumkan penyebab kecelakaan pesawat.

    ODELIA SINAGA |M. YUNIAR|| INDRA W. | PUTRI ADITYOWATI | AGITA SUKMA

    Baca Juga:

    3 Jasad Korban Air Asia Bergandengan Tangan

    4 Cerita Korban Selamat dari Kecelakaan Pesawat  

    Ini Penguasa Air Asia Indonesia

    Korban AirAsia, Tim SAR Sempat Sentuh Tangan Jasad

    Body Air Asia Tampak di Bawah Permukaan Laut  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.