Jokowi Lantik Luhut Jadi Kepala Staf Kepresidenan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan usai memenuhi panggilan Presiden Jokowi di Wisma Negera, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan usai memenuhi panggilan Presiden Jokowi di Wisma Negera, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo melantik Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara, Rabu, 31 Desember 2014. Luhut Pandjaitan dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 148/P/2014 yang ditandatangani Jokowi pada 31 Desember 2014.

    Kantor berita Antara mengabarkan hadir dalam pelantikan itu Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri serta pejabat lainnya. Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Luhut akan bertugas membantu Presiden Jokowi untuk merumuskan kebijakan hingga analisis informasi intelijen. (Baca juga: Ini Dia Harga Baru Premium dan Solar)

    Kantor Kepresidenan merupakan perampingan dari lembaga kepresidenan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu lembaga kepresidenan terdiri atas Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4D), serta staf dan utusan khusus.

    Kini, Sekretaris Kabinet dilebur dengan Sekretaris Negara. Sedangkan sisanya dilebur menjadi Kantor Kepresidenan yang akan dipimpin seorang kepala kantor kepresidenan dan setingkat dengan sekretaris negara. Dia akan dibantu lima deputi, yaitu strategi, politik, delivery, komunikasi, dan intelijen.

    Luhut B. Pandjaitan lahir di Simargala, Sumatera Utara, pada 28 September 1947. Purnawirawan Jenderal ini lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata (Akabri) tahun 1970. Sebagai militer, Luhut pernah memegang jabatan penting seperti Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) dan Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat. Saat menjadi perwira menengah, Luhut juga menjadi Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teror Kopassus.

    Di pemerintahan, Luhut pernah menjabat sebagai Duta Besar untuk Singapura dan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Kabinet Presiden Abdurrahman Wahid tahun 2000-2001. Di dunia bisnis, pemegang bintang Adhi Makayasa Akabri ini mendirikan PT Toba Sejahtra Group yang bergerak dalam pertambangan batu bara, minyak dan gas, dan perkebunan.

    FERY F.

    Berita Terpopuler
    40 Jasad Korban Air Asia Ditemukan KRI Bung Tomo
    3 Jasad Korban Air Asia Bergandengan Tangan
    3 Mayat Diduga Korban Air Asia Ditemukan Basarnas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.