Keluarga Penumpang Air Asia Hilang Minta Televisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi keluarga korban saat doa bersama bagi keselamatan penumpang hilangnya peswat Air Asia QZ 8501 di ruang Crisis Centre, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, 29 Desember 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Ekspresi keluarga korban saat doa bersama bagi keselamatan penumpang hilangnya peswat Air Asia QZ 8501 di ruang Crisis Centre, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, 29 Desember 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda memasang delapan televisi di Crisis Center di Terminal 2. Pada Selasa pagi, 30 Desember 2014, delapan televisi tersebut sudah dinyalakan dan menayangkan siaran dari berbagai stasiun televisi. (Baca: Alasan AirAsia Masih Pakai Nomor QZ8501)

    Televisi berukuran besar itu dipasang guna memenuhi permintaan para keluarga penumpang Air Asia, yang belum juga ditemukan sejak hilang kontak pada Ahad pagi, 28 Desember 2014. Delapan televisi yang sudah dipasang terdiri atas lima televisi ukuran 42 inci dan tiga televisi selebar 32 inci. (Baca: Bos Air Asia: Tak Ada CEO yang Jamin Keselamatan)

    Seorang anggota keluarga penumpang, Sigit, menganggap pemasangan delapan televisi ini penting untuk memberikan informasi terbaru. Selama dua hari ini, hanya ada satu televisi yang dipasang di dalam posko. "Keluarga memang minta televisi, bahkan fasilitas teleconference yang langsung tersambung dengan Basarnas Jakarta," kata Sigit. (Baca: Pemindai Canggih Pelacak Air Asia)

    Kepala Seksi Perawatan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda Sunaryo berujar, selain televisi, pengelola juga memasang layar besar dan peralatan teleconference antara keluarga penumpang dan Basarnas. (Baca juga: Misteri Tiga Menit Sebelum Hilangnya Air Asia)

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi: Papua Sangat, Sangat, Sangat Kaya, namun... 
    Akuisisi Bloomberg TV oleh Bosowa Rampung 2 Bulan
    Harga Pertamax Turun Bulan Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.