Perbatasan Wilayah Indonesia Rapuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Penasihat Himpunan Masyarakat Peduli Transmigrasi Indonesia (HMPTI), Siswono Yudhohusodo menyatakan kawasan perbatasan di wilayah Indonesia sangat rapuh. Contohnya, ketika pesawat Amerika Serikat melewati Pulau Bawean, tidak minta ijin kepada Indonesia. "Kalau dibiarkan terus menerus maka Indonesia akan dilecehkan," katanya dalam acara debat publik tentang wilayah perbatasan Indonesia, Rabu (29/6). Berdasarkan pengalaman, lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan adalah kesalahan dari Indonesia sendiri. "Malaysia waktu itu telah memutuskan satu perusahaan untuk mengelola pariwisata di Sipadan, sedangkan Indonesia hanya mengakaunya tidak mengelola. Nah, mahkamah internasional kemudian melihat secara de facto,"ujarnya. Soal perbatasan di Blok Ambalat, menurut Siswono, Malaysia sekarang sudah mulai menyingkir jika ada kapal patroli laut di sana. Namun, diam-diam, saat ini Malaysia sedang memesan empat kapal selam dari Perancis dan dua pesawat roket. "Kita jangan senang-senang dulu sekarang, tapi harus tetap waspada dan menyiapkan langkah pengamanan berikutnya,"katanya. Siswono menyarankan supaya pemerintah mempertegas letak wilayah Indonesia khususnya di perbatasan, secara hukum maupun politik. "Jangan sampai ada persepsi yang berbeda atau keliru antara Indonesia dengan negara yang berbatasan dengan kita,"ujarnya. Data geografis menunjukkan luas wilayah RI, sebesar 8 juta kilometer persegi yang terdiri dari daratan seluas 1,9 juta kilometer persegi, dan laut seluas 5,8 juta kilometer persegi. Luas tersebut terdiri dari 17.500 pulau dan 9.634 diantaranya belum memiliki nama. Rini Kustiani

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.