Ini Bantuan Negara Jiran Cari Air Asia QZ8501  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Basarnas Indonesia menaiki pesawat Hercules C-130 untuk mencari pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak diambil di selat Karimata, Belitung Timur, Bangka Belitung, 29 Desember 2014. (AP Photo)

    Tim Basarnas Indonesia menaiki pesawat Hercules C-130 untuk mencari pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak diambil di selat Karimata, Belitung Timur, Bangka Belitung, 29 Desember 2014. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah negara tetangga menyumbang kapal dan pesawat untuk membantu Indonesia menemukan pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang kontak di sekitar perairan Bangka Belitung. Berikut daftar armada yang diturunkan:

    Singapura:
    - 2 armada pesawat Hercules C130
    - 3 armada kapal laut
    Armada yang diturunkan Singapura dilengkapi dengan teknologi sonar. Teknologi ini berfungsi untuk mencari logam dengan menggunakan pantulan suara. (Baca: Pesan Penumpang Air Asia: 'Goodbye Forever')

    Australia
    - 2 armada pesawat P3C Orion milik Angkatan Udara Australia. Pesawat dilengkapi dengan magnetic anomali detection yang berguna untuk mendeteksi logam di bawah air. (Baca: Percakapan Terakhir Pilot Air Asia dengan ATC)

    Malaysia
    - 3 kapal laut
    - 1 heli CN 235 untuk memberi gambaran visual dari atas (Baca: Lima Teori Hilangnya Pesawat AirAsia)

    Selain itu, Kepala Badan SAR Nasional F.H.B. Soelistyo mengatakan masih membutuhkan beberapa peralatan tambahan, yaitu:
    Basarnas: 3 heli 12 kapal.
    1. Marine detector: bisa salam bentuk sonar ataupun kamera.
    2. Submersible vehicle atau kapal selam mini yang mampu menyelam hingga 200 meter. Namun, alat ini baru digunakan ketika lokasi pesawat sudah ditemukan. Fungsi alat ini untuk mengangkut badan pesawat. (Baca: Mengapa AirAsia Majukan Jadwal Penerbangan?)

    Basarnas sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk meminjam peralatan tersebut ke Prancis, Inggris, atau Amerika Serikat.

    TIKA PRIMANDARI

    Baca juga:
    Polda Metro Jakarta: Kualitas Kejahatan Meningkat
    Garuda Pangkas Jumlah Kursi Bisnis
    Pertamina Kembangkan BBG Berbasis LNG untuk Bus
    Jokowi Ajak Warga Papua Kursus Kuliner di Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.