KPK Tetapkan Fuad Amin Tersangka Pencucian Uang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD sekaligus Bupati Bangkalan, Fuad Amin menjawab pertanyaan awak media usai resmi ditahan KPK, Jakarta, 2 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua DPRD sekaligus Bupati Bangkalan, Fuad Amin menjawab pertanyaan awak media usai resmi ditahan KPK, Jakarta, 2 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Fuad Amin Imron. "Terkait pengembangan penyidikan dengan tersangka FA, penyidik menemukan bukti-bukti yang firm, kemudian disimpulkan ada dugaan pencucian uang," ujar juru bicara KPK, Johan Budi, melalui BlackBerry Messenger, Senin, 29 Desember 2014.

    Menurut Johan, Fuad disangka melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003. Tuduhan baru ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap dalam kaitan proyek pembangunan pipa gas untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, Bangkalan. (Baca: Fuad Amin Diperiksa Bareng Ajudan)

    KPK menduga Fuad menerima suap dari PT Media Karya Sentosa sebesar Rp 700 juta. Fuad diduga menerima duit "ucapan terima kasih" dari PT Media Karya Sentosa karena membantu perusahaan tersebut mendapatkan kontrak penyaluran gas dari Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore sejak 2007 atau saat menjabat sebagai Bupati Bangkalan. Karena itu, Fuad kembali dijerat dengan pasal penyalahgunaan wewenang ketika masih menjabat sebagai Bupati Bangkalan, Jawa Timur. Pasal TPPU merupakan jeratan ketiga untuk politikus Gerindra tersebut. (Baca: Fuad Amin cs Dicurigai Berusaha Gagalkan Penyidikan)

    KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait jual-beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili-Timur di Bangkalan, Jawa Timur. Yakni, Fuad Amin Imron, ajudan Fuad bernama Rauf, dan Direktur PT Media Karya Sentosa Antonio Bambang Djatmiko. (Baca: Bupati Bangkalan Diduga Sebagai Perantara Suap)

    Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan terhadap Antonio dan Rauf--ajudan Fuad--di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, pada awal Desember lalu. Petugas KPK menemukan duit Rp 700 juta di mobil Ra'uf. Sehari kemudian, KPK mencokok Fuad di kediamannya di Bangkalan. Saat mencokok Fuad, penyidik KPK juga mengamankan duit sekitar Rp 4 miliar.

    LINDA TRIANITA

    Terpopuler
    Lima Teori Hilangnya Pesawat AirAsia
    Tak Baca Email, 10 Penumpang AirAsia Batal Terbang
    Pelaut Ini Mengaku Lihat Pesawat Mirip AirAsia
    AirAsia Hilang, Nelayan Ini Dengar Ledakan di Belitung
    Rumor AirAsia Ditemukan, Apa Kata Angkasa Pura I?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.