Jokowi Ajak Warga Papua Kursus Kuliner di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato kepada para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato kepada para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.CO, Sorong - Presiden Joko Widodo mengajak warga Papua menjadi pengusaha. Menurutnya, pemerintah perlu mengadakan pelatihan-pelatihan sederhana untuk warga asli Papua, semisalnya pelatihan kuliner. "Supaya yang bisa buka warung atau rumah makan bukan hanya yang berasal dari luar, tapi juga orang asli Papua," kata Jokowi di kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat, Senin, 29 Desember 2014. (BAca: Jokowi: Indonesia Dicontoh Negara Lain)

    Selain pelatihan kuliner, ia melanjutkan, perlu juga dilakukan pelatihan lain, seperti merias di salon kecantikan atau menjahit. "Dikumpulkan saja orangnya, nanti kirim ke Jakarta untuk belajar. Nanti saya atur," ucapnya.

    Menurut Jokowi upaya sederhana seperti pelatihan itu, justru bisa menjadi jalan keluar dari masalah kesejahteraan di Papua. "Jangan semuanya ingin jadi PNS," ucap dia. "Di Papua, Jakarta, Sumatera, Kalimantan, semua ingin jadi PNS. Harus ada yang mengisi bidang-bidang lain."

    Hari ini Presiden mengadakan pertemuan dengan kepala daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh adat Papua Barat. Dalam kesempatan itu ia juga menegaskan bahwa masih banyak kesempatan dan peluang yang bisa dimanfaatkan warga di tanah Papua. Karena itu tugas pemerintah adalah memberi fasilitas warga. "Pemegang kebijakan harus melihat ini."

    PRIHANDOKO

    Terpopuler

    Lima Teori Hilangnya Pesawat AirAsia
    Tak Baca Email, 10 Penumpang AirAsia Batal Terbang
    Pramugari AirAsia Ini Berencana Mudik ke Palembang
    Pelaut Ini Mengaku Lihat Pesawat Mirip AirAsia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.